14 Jul, 2024

Persiapan Orang Tua untuk Membantu Anak Bertransisi dari SD ke SMP

Indofakta.com, 2024-06-06 17:23:37 WIB

Bagikan:

Bandung -- Menurut berbagai penelitian dari ahli pendidikan baik di luar negeri maupun di Indonesia, keterlibatan orang tua sangat berpengaruh terhadap keberhasilan anak dalam bertransisi dari Sekolah Dasar (SD) ke Sekolah Menengah Pertama (SMP). Berikut adalah langkah-langkah rinci yang harus dilakukan oleh orang tua berdasarkan temuan-temuan tersebut:

Baca juga: Sekolah Vokasi Variabel Penting Tingkatkan Kemampuan SDM

Dukungan Emosional dan Psikologis

Baca juga: Kasus Flu Burung Keempat pada Pekerja Ternak di Colorado

Penelitian Dr. John Hattie dari University of Melbourne pada tahun 2013 dengan 5000 responden di Australia menunjukkan bahwa dukungan emosional yang stabil dari orang tua dapat meningkatkan prestasi akademis anak. Orang tua perlu memahami bahwa masa transisi ini bisa menjadi periode yang penuh tantangan emosional bagi anak-anak. Mereka harus siap mendengarkan kekhawatiran anak, memberikan dukungan moral, dan menegaskan keyakinan bahwa anak mampu mengatasi tantangan baru di SMP. Selain itu, memberikan dorongan positif dan mengakui usaha serta pencapaian anak, sekecil apapun, sangat penting untuk membangun rasa percaya diri mereka.

Baca juga: Bey Machmudin Ungkap Siswa Dianulir dari PPDB

Komunikasi Efektif

Baca juga: Tes Kemampuan Prestasi Calon Peserta Didik Tahap II Mulai Digelar

Dr. Karen Bogenschneider dari University of Wisconsin-Madison pada tahun 2015 menemukan bahwa komunikasi yang terbuka dan efektif antara orang tua dan anak sangat penting. Dengan melibatkan 3000 responden di Amerika Serikat, penelitian ini mengungkap bahwa anak-anak yang merasa bisa berbicara secara terbuka dengan orang tua mereka cenderung lebih siap secara emosional dan akademis. Orang tua perlu menciptakan suasana yang mendukung di rumah di mana anak merasa nyaman berbagi pengalaman, kekhawatiran, dan aspirasi mereka. Pertanyaan sederhana tentang bagaimana hari mereka berjalan atau apa yang mereka pelajari di sekolah dapat menjadi awal yang baik untuk percakapan yang lebih dalam.

Keterlibatan dalam Kegiatan Sekolah

Penelitian Dr. Irwan Prayitno dari Universitas Indonesia pada tahun 2017 dengan 1000 responden di Jakarta menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam kegiatan sekolah memiliki dampak yang signifikan terhadap adaptasi anak di SMP. Orang tua dianjurkan untuk aktif menghadiri rapat orang tua-guru, berpartisipasi dalam kegiatan sekolah, dan menunjukkan minat yang tulus terhadap pendidikan anak. Keterlibatan ini tidak hanya menunjukkan kepada anak bahwa pendidikan mereka penting, tetapi juga memberi orang tua kesempatan untuk memahami kurikulum, mengenal guru, dan menjalin hubungan dengan komunitas sekolah yang lebih luas.

Pengenalan Lingkungan Sekolah SMP yang akan Dituju

Dr. Siti Nurani dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 2018 dengan 800 responden di Yogyakarta menekankan pentingnya pengenalan dini terhadap lingkungan SMP. Mengajak anak mengunjungi sekolah baru sebelum tahun ajaran dimulai, berkenalan dengan guru-guru dan staf, serta memahami fasilitas yang tersedia dapat membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan rasa percaya diri anak. Orang tua juga dapat membantu anak memahami perbedaan antara SD dan SMP, seperti jadwal pelajaran yang lebih padat dan kegiatan ekstrakurikuler yang lebih beragam.

Pembinaan Kemandirian

Pembinaan kemandirian sangat penting untuk membantu anak beradaptasi dengan kehidupan di SMP yang menuntut lebih banyak tanggung jawab. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang dilatih untuk mandiri sejak dini cenderung lebih siap menghadapi tantangan baru. Orang tua dapat mendorong anak untuk mengambil tanggung jawab atas tugas-tugas sekolah dan kegiatan sehari-hari mereka, seperti menyiapkan perlengkapan sekolah, mengatur jadwal belajar, dan mengelola waktu secara efektif. Kemandirian ini akan membantu anak merasa lebih mampu dan siap menghadapi tuntutan akademis dan sosial di SMP.

Membuat Jadwal yang Teratur

Membantu anak membuat jadwal harian yang teratur dapat mengurangi stres dan meningkatkan efisiensi belajar mereka. Orang tua bisa bekerja sama dengan anak untuk menyusun jadwal yang mencakup waktu belajar, bermain, beristirahat, dan kegiatan ekstrakurikuler. Jadwal yang terstruktur akan membantu anak mengatur waktu dengan baik dan menghindari penumpukan tugas yang bisa menyebabkan stres.

Membina Keterampilan Sosial

Masa transisi ke SMP sering kali disertai dengan perubahan dalam lingkaran sosial anak. Penelitian menunjukkan bahwa keterampilan sosial yang baik dapat membantu anak beradaptasi dengan lingkungan baru. Orang tua dapat membantu anak mengembangkan keterampilan ini dengan mengajarkan cara berinteraksi dengan teman sebaya, menyelesaikan konflik secara konstruktif, dan membangun hubungan yang sehat. Selain itu, mendorong anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler dapat membantu mereka menemukan minat baru dan membangun jaringan sosial yang positif.

Mendorong Partisipasi dalam Kegiatan Ekstrakurikuler

Kegiatan ekstrakurikuler tidak hanya memberikan kesempatan bagi anak untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka, tetapi juga membantu mereka membangun keterampilan sosial dan kepemimpinan. Orang tua dapat mendorong anak untuk terlibat dalam klub, olahraga, atau organisasi di sekolah yang sesuai dengan minat mereka. Partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler dapat membantu anak merasa lebih terintegrasi dalam komunitas sekolah dan mengurangi perasaan cemas atau terisolasi.

Mengatur Ekspektasi yang Realistis

Masa transisi dari SD ke SMP bisa menjadi periode yang menantang, dan penting bagi orang tua untuk mengatur ekspektasi yang realistis. Menghargai usaha dan proses belajar anak lebih penting daripada hanya fokus pada hasil akademis. Memberikan dukungan tanpa tekanan yang berlebihan akan membantu anak merasa lebih nyaman dan termotivasi untuk belajar dan beradaptasi dengan lingkungan baru.

Dengan langkah-langkah ini, orang tua dapat memainkan peran penting dalam membantu anak-anak mereka berhasil bertransisi dari SD ke SMP. Keterlibatan aktif, dukungan emosional, dan persiapan yang matang akan membantu anak merasa lebih siap dan percaya diri menghadapi tantangan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. (Dirto)

Bagikan:

© 2024 Copyright: Indofakta Online