14 Jul, 2024

Siapakah Carlo Acutis, Kisah Hidup dan Mukjizatnya

Indofakta.com, 2024-05-31 21:23:09 WIB

Bagikan:

Italia -- Carlo Acutis dikenal dengan hidupnya yang penuh dengan kebajikan, kesalehan, dan pengabdian yang luar biasa kepada Tuhan dan sesama, terutama melalui penggunaan teknologi untuk menyebarkan iman Katolik.

Baca juga: KEAJAIBAN DUNIA PPDB: CUCI RAPORT HINGGA PEMALSUAN PRESTASI?

Carlo Acutis lahir pada 3 Mei 1991 di London, Inggris, dan pindah ke Milan, Italia, di mana ia tumbuh besar.

Baca juga: IKN Konsep Perpaduan Kota Berbasis Teknologi dan Berwawasan Lingkungan

Sejak kecil, Carlo menunjukkan minat mendalam terhadap iman Katolik dan komputer. Ia sering menghadiri Misa harian dan menghabiskan banyak waktu di depan Sakramen Mahakudus.

Baca juga: Pusdiklat Prawita Genppari Gelar Pelatihan Adakan Asisten Pribadi Yang Profesional

Carlo menggunakan keahliannya dalam teknologi untuk membuat situs web yang mendokumentasikan mukjizat Ekaristi dari seluruh dunia, dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan penghormatan terhadap Sakramen Ekaristi.

Baca juga: Membuka Cakrawala Keamanan Perusahaan, Pelatihan "CORPORATE INTELLIGENCE" Semakin Diminati

Carlo juga dikenal karena kebaikannya kepada sesama, terutama mereka yang kurang beruntung. Dia sering membantu tunawisma dan orang-orang miskin, menunjukkan belas kasih dan cinta Kristiani dalam tindakan sehari-hari.

Pada usia 15 tahun, Carlo didiagnosis menderita leukemia. Meskipun menghadapi penyakit yang sangat berat, Carlo tetap menunjukkan iman dan ketabahan yang luar biasa. Dia menawarkan penderitaannya untuk Gereja dan Paus, dan tetap teguh dalam iman sampai akhir hayatnya.

Carlo meninggal dunia pada 12 Oktober 2006 di Monza, Italia, dan dimakamkan di Assisi, sebuah kota yang sangat dia cintai karena hubungannya dengan Santo Fransiskus dari Assisi.

Proses beatifikasi (tahap pertama proses untuk menjadikan seseorang yang telah mati menjadi orang suci dalam Gereja Katolik) kepada Carlo dimulai pada 2013, dan pada 10 Oktober 2020, ia diangkat menjadi Beato oleh Paus Fransiskus dalam sebuah upacara di Basilika Santo Fransiskus di Assisi.

Beatifikasi ini mengakui kehidupan yang penuh kebajikan dan kesalehan yang luar biasa dari seorang remaja di zaman modern. Paus Fransiskus memuji Carlo sebagai contoh bagaimana internet dan teknologi dapat digunakan untuk menyebarkan iman dan kebaikan.

Carlo Acutis menjadi model bagi kaum muda dan seluruh umat Katolik, menunjukkan bahwa kesucian dapat dicapai dalam kehidupan sehari-hari dan dalam era digital.

Pada saat ini, Carlo Acutis dikenal sebagai "Pelindung Internet" karena kontribusinya dalam menggunakan teknologi untuk kebaikan. Banyak umat Katolik dan kaum muda yang terinspirasi oleh hidupnya, dan ada harapan besar bahwa Carlo akan segera dikanonisasi sebagai santo, mengingat pengaruh positif dan inspirasi yang terus diberikan kepada banyak orang di seluruh dunia.

Carlo Acutis, meskipun tidak dikenal melakukan mukjizat selama hidupnya, telah diakui Gereja Katolik karena berbagai keajaiban dan pengaruh spiritual yang terkait dengan hidup dan warisannya setelah kematiannya. Berikut ini adalah beberapa keajaiban dan mukjizat yang dikaitkan dengan Carlo Acutis:

1.Mukjizat Penyembuhan di Brasil
Mukjizat yang diakui secara resmi oleh Gereja Katolik dan yang memfasilitasi beatifikasi Carlo Acutis terjadi di Brasil pada 2013. Seorang anak berusia enam tahun bernama Matheus dari Campo Grande, yang menderita kelainan pankreas langka yang membuatnya tidak bisa makan, mengalami penyembuhan yang tidak dapat dijelaskan secara medis setelah keluarganya berdoa meminta intervensi Carlo Acutis. Orang tua Matheus meminta pertolongan Carlo setelah mengenal kisahnya. Penyembuhan ini diselidiki secara mendalam oleh para ahli medis dan teolog, dan pada 2019, Kongregasi untuk Penyebab Orang Kudus di Vatikan mengakui kejadian ini sebagai mukjizat yang layak untuk beatifikasi.

2.Pengaruh Spiritual dan Evangelisasi melalui Teknologi
Salah satu warisan terbesar Carlo adalah kemampuannya menggunakan teknologi untuk evangelisasi. Carlo membuat situs web yang mendokumentasikan mukjizat Ekaristi dari seluruh dunia, dengan tujuan memperkuat iman dan pemahaman umat Katolik tentang Sakramen Ekaristi. Situs webnya memberikan sumber daya yang sangat berharga bagi banyak orang dan terus digunakan hingga saat ini. Ini adalah contoh bagaimana Carlo menggunakan bakatnya untuk kebaikan dan pelayanan kepada Gereja.

3.Kesalehan Hidup dan Teladan Kesucian
Carlo Acutis dikenal karena kehidupan yang sangat saleh sejak usia muda. Ia menghadiri Misa harian, menghabiskan banyak waktu berdoa di depan Sakramen Mahakudus, dan menjalani hidupnya dengan sikap kasih dan pelayanan kepada sesama. Kesaksian hidupnya memberikan pengaruh yang mendalam bagi orang-orang di sekitarnya. Banyak orang merasakan kedamaian dan kekuatan spiritual ketika berdoa melalui perantaraannya atau ketika terinspirasi oleh hidupnya.

4.Pengakuan Internasional dan Pengaruh Positif pada Kaum Muda
Sejak kematiannya, Carlo Acutis telah menjadi simbol harapan dan inspirasi bagi kaum muda di seluruh dunia. Karyanya dalam mendokumentasikan mukjizat Ekaristi dan cara hidupnya yang menunjukkan bahwa kesucian bisa dicapai dalam kehidupan sehari-hari menarik banyak perhatian. Banyak orang yang memberikan kesaksian bahwa mereka mengalami pembaruan iman dan perubahan hidup setelah mengenal kisah Carlo. Hal ini dianggap sebagai bentuk mukjizat moral dan spiritual, di mana hidup dan contoh Carlo memimpin banyak jiwa kembali kepada iman Katolik.

5.Jenazah yang Tidak Rusak
Ketika makam Carlo dibuka pada 2019 sebagai bagian dari proses beatifikasinya, jenazahnya ditemukan dalam kondisi yang relatif utuh. Meskipun ini bukanlah keajaiban yang diakui secara resmi, banyak yang melihatnya sebagai tanda kesuciannya. Jenazah Carlo sekarang ditempatkan di sebuah relikui di Gereja Santa Maria Maggiore di Assisi, di mana banyak peziarah datang untuk berdoa dan meminta perantaraannya.

Kondisi Saat Ini
Setelah beatifikasi pada 10 Oktober 2020, Carlo Acutis diakui sebagai Beato oleh Gereja Katolik. Banyak umat Katolik di seluruh dunia yang menantikan langkah berikutnya dalam proses kanonisasinya, yang akan mengangkatnya menjadi santo.

Untuk menjadi santo (orang suci) dalam Gereja Katolik, seorang individu harus melalui proses yang sangat ketat dan berkelanjutan yang mencakup beberapa tahap penting. Berikut adalah tahapan dan syarat yang harus dipenuhi :

1.Pengakuan sebagai Hamba Tuhan (Servant of God)
Tahap pertama dalam proses kanonisasi adalah pengakuan resmi bahwa seorang individu telah hidup dengan kebajikan Kristen yang luar biasa. Proses ini biasanya dimulai di tingkat keuskupan di mana kandidat hidup atau meninggal.
Untuk Carlo Acutis, proses ini dimulai di Keuskupan Assisi pada 15 Februari 2013, di mana dia diberikan gelar "Hamba Tuhan."

2.Venerabilitas (Venerable)
Setelah penyelidikan awal, bukti-bukti kehidupan kebajikan atau martirnya dikirim ke Kongregasi untuk Penyebab Orang Kudus di Vatikan. Kongregasi ini melakukan penyelidikan lebih lanjut dan jika mereka setuju bahwa individu tersebut menunjukkan "kebajikan heroik," Paus kemudian memberikan gelar "Venerable."
Carlo Acutis diberi gelar "Venerable" oleh Paus Fransiskus pada 5 Juli 2018, mengakui kehidupan kebajikan heroiknya.

3.Beatifikasi (Beatification)
Untuk menjadi beato atau beata, satu mukjizat harus diakui secara resmi oleh Gereja yang dianggap terjadi melalui intervensi calon yang dibeatifikasi. Mukjizat ini harus terjadi setelah kematian calon dan biasanya merupakan penyembuhan yang tidak dapat dijelaskan secara medis.

Mukjizat yang diakui untuk beatifikasi Carlo Acutis adalah penyembuhan seorang anak di Brasil yang menderita kelainan pankreas langka pada 2013. Penyembuhan ini diselidiki dan diakui oleh Vatikan sebagai mukjizat yang layak untuk beatifikasinya. Carlo Acutis kemudian diangkat menjadi Beato pada 10 Oktober 2020 dalam sebuah upacara di Basilika Santo Fransiskus di Assisi oleh Paus Fransiskus.

4.Kanonisasi (Canonization)
Untuk diakui sebagai santo, satu mukjizat tambahan perlu diakui secara resmi oleh Gereja setelah beatifikasi. Mukjizat ini juga harus terjadi melalui intervensi calon dan biasanya berupa penyembuhan yang tidak dapat dijelaskan secara medis.

Setelah beatifikasi Carlo Acutis, penyelidikan atas mukjizat tambahan dimulai. Jika mukjizat ini diakui oleh Kongregasi untuk Penyebab Orang Kudus dan disetujui oleh Paus, Carlo akan diangkat menjadi santo.

Saat ini, Carlo Acutis adalah seorang Beato, dan banyak umat Katolik di seluruh dunia yang berdoa melalui perantaraannya dan berharap akan ada mukjizat tambahan yang diakui untuk kanonisasinya. Devosi kepada Carlo terus tumbuh, dan kehidupannya sebagai teladan bagi kaum muda serta penggunaannya yang bijaksana atas teknologi untuk menyebarkan iman adalah aspek-aspek yang sangat dihargai oleh Gereja.

Proses kanonisasi ini merupakan perjalanan panjang yang memastikan bahwa seseorang benar-benar hidup dengan kebajikan yang luar biasa dan bahwa intervensi ilahi melalui doa mereka diakui secara jelas oleh Gereja. Carlo Acutis, dengan hidupnya yang penuh kesalehan dan pengaruh positifnya yang meluas, diharapkan oleh banyak orang untuk segera mencapai gelar santo dalam waktu dekat. (Why)

*Dikutip dari beberapa sumber berita dan website

Bagikan:

© 2024 Copyright: Indofakta Online