Prasetyawati: Sekolah Rakyat Prabowo Jadi Jalan Putus Rantai Kemiskinan

Prasetyawati: Sekolah Rakyat Prabowo Jadi Jalan Putus Rantai Kemiskinan

Bandung --  Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Barat Ir. Prasetyawati, MM, mengapresiasi program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah nyata negara hadir untuk anak-anak dari keluarga miskin.

Menurutnya, pendidikan harus menjadi jalan untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi, bukan sekadar hak dasar.

"Saya sangat mengapresiasi program Sekolah Rakyat yang digagas Bapak Presiden Prabowo Subianto. Program ini memberikan harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak," ujar Prasetyawati.

Berdasarkan data pemerintah Oktober 2026, sebanyak 265 Sekolah Rakyat telah dibangun di 131 kabupaten/kota dengan lebih dari 45 ribu anak penerima manfaat.

Prasetyawati menilai Sekolah Rakyat harus menjadi ruang pembentukan karakter, bukan hanya akademik.

"Sekolah Rakyat bukan hanya tempat anak-anak belajar membaca, menulis, dan berhitung. Lebih dari itu, sekolah harus menjadi tempat mereka membangun karakter, kepercayaan diri, keterampilan, dan harapan untuk mengubah kehidupan keluarganya," katanya.

Ia mendorong pemerataan pembangunan Sekolah Rakyat di Jawa Barat, terutama di wilayah dengan angka kemiskinan dan anak putus sekolah tinggi.

"Jangan sampai masih ada anak-anak Jawa Barat yang kehilangan masa depan hanya karena orang tuanya tidak mampu membiayai pendidikan," tegasnya.

Prasetyawati juga menekankan pentingnya jaminan keamanan asrama, kecukupan gizi, dan pendampingan psikososial bagi siswa, agar lulusan Sekolah Rakyat mampu mandiri dan berdaya saing.

"Saya mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo melalui Sekolah Rakyat. Harapan kita, tidak ada lagi anak yang harus mengubur cita-citanya karena kemiskinan," pungkasnya.(Nur)