Pimpinan dan Anggota DPRD Hadiri Pencanangan BBGRM Ke-XXIII, Perkuat Identitas Bangsa

Pimpinan dan Anggota DPRD Hadiri Pencanangan BBGRM Ke-XXIII, Perkuat Identitas Bangsa

Bandung -- Pimpinan DPRD Kota Bandung, Toni Wijaya, S.E., S.H., menghadiri kegiatan Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-XXIII dan Peringatan Hari Ulang Tahun Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) ke-26 Kota Bandung, di Lapangan ARS University, Kecamatan Antapani pada hari Sabtu tanggal 25 Juli 2026.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Anggota DPRD Kota Bandung H. Agus Andi Setyawan, S.Pd.I., Aswan Asep Wawan, S.E., dan M. Bagja Jaya Wibawa, S.H., bersama jajaran Pemerintah Kota Bandung, unsur kewilayahan, pengurus LPM, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat yang bersama-sama menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap pembangunan di lingkungan.

Pimpinan DPRD Kota Bandung, Toni Wijaya mengatakan, peringatan BBGRM merupakan momentum penting untuk memperkuat budaya gotong royong sebagai identitas bangsa sekaligus modal sosial dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Kota Bandung.

"Bandung dibangun bukan oleh satu atau dua orang, melainkan oleh kepalan tangan dan bahu-membahu ribuan warganya. Peringatan hari ini adalah pengingat penting bahwa kekuatan terbesar kota ini ada pada rasa kepedulian dan kebersamaan di tingkat akar rumput," ujarnya.

Toni Wijaya menambahkan, gotong royong bukan sekadar tradisi, tetapi merupakan kekuatan yang mampu menyatukan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Maka dengan semangat kebersamaan, setiap persoalan di lingkungan dapat diselesaikan melalui partisipasi aktif seluruh warganya.

Melalui pencanangan BBGRM ke-XXIII dan peringatan HUT LPM ke-26 ini, Toni Wijaya berharap semangat gotong royong tidak hanya berhenti di panggung acara atau papan bunga seremoni saja. Namun nilai luhur tersebut harus dapat semakin tumbuh di tengah masyarakat sebagai fondasi dalam membangun lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan harmonis.

"Semangat gotong royong ini harus benar-benar hidup, bernapas, dan menjadi budaya sehari-hari di setiap lorong RT, lingkungan RW, kelurahan, hingga kecamatan se-Kota Bandung. Kebersihan lingkungan, keamanan warga, hingga saling bantu tetangga adalah wujud nyata gotong royong masa kini," ucapnya.

DPRD Kota Bandung pun, ia melanjutkan, berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan serta program yang mendorong pemberdayaan masyarakat dan memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan Kota Bandung yang unggul, nyaman, sejahtera, dan berkelanjutan.

"Kami di DPRD Kota Bandung siap untuk terus mendukung dan memfasilitasi peran aktif LPM serta seluruh elemen masyarakat dalam membangun kota dari tingkat paling bawah. Karena ketika warga bergerak bersama, karena tidak ada masalah kota yang tidak bisa kita cari solusinya," ujarnya. (Y CHS/Rls-HmsDPRD).