Kota Bandung – Ardelia Calluella, finalis asal Kota Bandung, terpilih sebagai Duta Batik Jawa Barat 2026 dalam grand final yang digelar di Auditorium RRI Bandung, Jumat (23/10/2026).
Baca juga: Hari Santri 2026, Farhan Ajak Pesantren Perkuat Karakter dan Peduli LingkunganWali Kota Bandung Muhammad Farhan mengapresiasi pencapaian tersebut. Ia berharap generasi muda semakin aktif melestarikan batik sekaligus mengembangkan inovasi agar warisan budaya Indonesia tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Baca juga: Bandung Bidik Jadi Pusat Tenaga Kerja Terampil DuniaMenurut Farhan, pelestarian batik membutuhkan keterlibatan generasi muda, tidak hanya dalam penggunaan, tetapi juga melalui kreativitas dan pengembangan produk.
Baca juga: Terbukti Tidak Fair dan Tabrak AD/ART, Manuver Petahana dan Panitia Berujung Penundaan Musprov oleh PMI Pusat“Batik Indonesia harus dipelihara oleh generasi berikutnya, bahkan dikembangkan agar menjadi salah satu yang terbaik di dunia,” ujar Farhan.Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB), Sendy Yusuf, menjelaskan bahwa pemilihan Duta Batik Jawa Barat kembali digelar pada 2026 setelah sempat vakum. Ajang ini sebelumnya telah diselenggarakan sebanyak tiga kali.
Baca juga: Satpol PP Bandung Tunda Pembongkaran Bangunan Tanpa PBG di Gang EmpangPendaftaran dibuka pada Juni 2026 dan menjaring ratusan peserta dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Para peserta mengikuti seleksi administrasi, wawancara, pembekalan pengetahuan batik, hingga praktik membatik.Sendy menegaskan, duta terpilih diharapkan tidak sekadar menjadi representasi budaya, tetapi juga memahami sejarah, proses pembuatan, serta filosofi motif batik dari berbagai daerah.Rangkaian kegiatan Jambore Batik Jawa Barat 2026 juga mencakup pameran batik di Hotel Golden Flower pada 24–25 Oktober 2026, yang menghadirkan perajin dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.Melalui kegiatan tersebut, pelestarian batik diharapkan semakin berkembang sekaligus membuka peluang inovasi produk untuk menjangkau pasar lokal, nasional, hingga internasional.(Fadly/asep)
Bagikan: