JAKARTA -- Delapan menteri luar negeri negara Muslim mengeluarkan pernyataan bersama yang keras. Indonesia, Mesir, Jordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab mengecam serbuan massal pemukim Israel ke kompleks Masjid Al-Aqsa.
Baca juga: Yusril Ingatkan Dedi Mulyadi: Jangan Buka Sayembara Tangkap Begal, Bahaya Main Hakim SendiriRibuan warga Israel, disertai Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, memasuki kompleks suci di Jerusalem Timur dan berdoa di sana. Aksi itu berlangsung di bawah perlindungan polisi Israel. Para menteri menyebutnya sebagai tindakan provokatif yang dipimpin menteri berhaluan ekstrem.
Baca juga: Gubernur Jabar Buka Sayembara Tangkap Begal, Hadiah Rp5-50 Juta dari Kocek PribadiSabtu, 25 Juli 2026, kecaman itu masih menggema. Dalam pernyataan yang diunggah Kementerian Luar Negeri Indonesia, delapan menlu memperingatkan bahwa aksi tersebut memicu kebencian dan ekstremisme. Tindakan itu juga menghambat upaya perdamaian yang adil berdasarkan solusi dua negara.
Baca juga: RS Murni Teguh Horas Insani Raih WSO Angels Awards, Wali Kota Wesly Sebut jadi Kebanggaan Kota Pematangsiantar Mereka menegaskan, Israel tidak memiliki kedaulatan atas Jerusalem yang diduduki maupun atas tempat-tempat suci Islam dan Kristen di sana. Aksi ribuan pemukim dianggap sebagai upaya melanggar hukum untuk mengubah status quo historis dan hukum situs-situs suci tersebut.Menurut laporan, lebih dari 4.200 hingga 5.000 pemukim dan anggota kelompok sayap kanan memasuki kompleks Al-Aqsa untuk memperingati Tisha B’Av, hari berkabung Yahudi. Ben-Gvir bergabung dan menyatakan di media sosial bahwa orang Yahudi berdoa dan merasa sebagai pemilik sah di tempat itu.
Baca juga: Pemko Pematangsiantar dan Forkopimda Rapat Perdana Persiapan Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RIPemerintah Palestina menilai kunjungan itu sebagai eskalasi berbahaya. Mereka menuding aksi tersebut dirancang untuk menegakkan pembagian temporal dan spasial situs yang selama ini dikelola oleh Jerusalem Waqf di bawah Jordania. Berdasarkan status quo, orang Yahudi boleh berkunjung tetapi tidak diizinkan berdoa.Para menlu menyerukan Israel segera mencabut pembatasan akses menuju Masjid Al-Aqsa. Mereka juga meminta masyarakat internasional bersikap tegas agar Israel menghentikan pelanggaran terhadap tempat-tempat suci di Jerusalem Timur.Di sisi lain, Indonesia menegaskan kembali dukungannya kepada Palestina. Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan komitmen penguatan kapasitas sumber daya manusia dan institusi Palestina dalam pertemuan CEAPAD V di Manila. Bantuan kemanusiaan senilai 2 juta dolar AS untuk Gaza juga akan disalurkan melalui ICRC.Di tengah eskalasi di kompleks suci ketiga umat Islam itu, delapan negara Muslim memilih bersuara satu. Mereka menolak diam melihat status quo dilanggar di bawah perlindungan aparat.(Wy/Red)
Bagikan: