Jabar -- Pemerintah Provinsi Jabar, melalui Dinas Pendidikan, terus konsisten menjadikan sekolah menengah dalam hal ini, SMK terus meningkatkan kualitasnya
Baca juga: Kisruh SPMB Jabar 2026, Ujian Besar Dedi Mulyadi dan Masa Depan Pendidikan Anak-anak Jawa BaratKualitas sekolah yang dibangun, salahsatunya SMK harus merespon tuntutan jaman. Adapun tuntutan kekinian, lulusan SMK harus terserap baik di sektor formal, dunia usaha atau juga menjadi wirausahawan.
Jika hal itu, terwujud tak akan ada lagi atau jumlah lulusan SMK yang menganggur dapat dikurangi.
Baca juga: Disdik Jabar Pastikan Data PCMB Aman, Siapkan Solusi bagi Calon Murid yang Belum Tertampung di Sekolah NegeriDidasari oleh pertimbangan itu, program pendidikan SMK sudah dibuat dengan menjadikan SMK sebagai Pusat Keunggulan (SMK PK).SMK PK, sudah berlangsung beberapa tahun dan secara bertahap sudah terbentuk di berbagai Kabupaten/Kota. Di Kabupaten Bogor, saat ini ada 5 SMK yang sudah menjadi SMK PK.
Baca juga: Kisruh SPMB Jabar 2026: Error Sistem hingga Dugaan Kecurangan, Kepercayaan Publik DipertaruhkanHal ini, diungkapkan Kepala Cabang Dinas Pendidikan 1 Kabupaten Bogor, Dr. Abur Mustika Wanto, M.Ed, dalam keterangannya kepada indofakta, baru -baru ini.
Baca juga: Healthy Today, Golden Tomorrow, SD Santo Yusup Cimahi Hadirkan Pesta Tutup Tahun yang Sarat Nilai Pendidikan dan KebersamaanMenurut Abur, penerapan SMK PK di seluruh sekolah tersebut, dari sisi job yang dikembangkan disesuaikan dengan jurusan yang sudah ada di sekolah tersebut.
.
Pengembangan SMK PK, itu diimplementasikan, penekanan pada perbaikan mutu pendidikan. Materi kurikulum yang dikembangkan itu itu difokuskan pada kesesuaian dengan lingkungan atau muatan lokal di lingkungan sekolah.Metode ini dibuat, agar mata pelajaran yang disosialisasikan kepada siswa dibutuhkan dan dimanfaatkan oleh lingkungan sekitar sehingga skill lulusan SMK dapat diserap oleh lingkungan baik dalam penyerapan di Dunia usaha atau kegiatan wiraswasta, ujar Abur.(nur)
Bagikan: