Jelang Laga Argentina vs Inggris, Rodrigo De Paul Ungkap Messi Sedang Menikmati Piala Dunia 2026: "Saya Sangat Bahagia Melihatnya"
NEW YORK -- Lionel Messi tidak hanya sedang mengejar satu lagi trofi Piala Dunia. Menurut Rodrigo De Paul, sang kapten kini sedang menikmati setiap detik perjalanannya dengan senyum yang mungkin belum pernah terlihat sebelumnya.
Di usia yang sudah tidak lagi muda untuk ukuran pesepak bola profesional, Messi justru tampil semakin lepas. Beban yang dulu berkali-kali menghampirinya bersama Timnas Argentina kini seolah berubah menjadi kebahagiaan.
Perasaan itulah yang paling dirasakan De Paul menjelang semifinal Piala Dunia 2026 melawan Inggris. Gelandang yang juga menjadi salah satu sahabat dekat Messi itu mengaku senang melihat kaptennya bermain dengan penuh kegembiraan.
"Melihat dia menikmati semuanya membuat saya benar-benar bahagia," kata De Paul.
Menurutnya, Messi telah melalui perjalanan yang panjang bersama seragam Argentina. Ia pernah menerima kritik, menanggung tekanan besar, hingga berkali-kali harus membuktikan dirinya kepada publik.
Karena itulah, melihat Messi kini bermain dengan wajah yang penuh kebahagiaan menjadi pemandangan yang sangat berarti bagi rekan-rekannya.
"Saya rasa Piala Dunia kali ini menemukan Messi yang benar-benar menikmati sepak bola," ujar De Paul.
Meski terlihat lebih santai, De Paul menegaskan bahwa mentalitas Messi sama sekali tidak berubah. Sang megabintang tetap mempersiapkan setiap pertandingan dengan keseriusan yang luar biasa.
Performa Messi di Piala Dunia 2026 pun menjadi bukti nyata. Ia terus memecahkan rekor demi rekor dan kembali menjadi motor permainan Argentina.
Selain menjadi pemain dengan jumlah penampilan terbanyak di sejarah Piala Dunia, Messi juga memperlebar rekor golnya di turnamen terbesar sepak bola tersebut. Total koleksinya kini mencapai 21 gol, termasuk delapan gol yang dicetak sepanjang edisi 2026.
Catatan itu tentu menjadi peringatan keras bagi Inggris. Jika diberi sedikit ruang, Messi tetap mampu mengubah jalannya pertandingan hanya dalam satu sentuhan.
Namun, De Paul memastikan Argentina tidak sedikit pun meremehkan lawan mereka. Baginya, Inggris merupakan salah satu tim terbaik yang masih bertahan di turnamen.
"Mereka memiliki banyak pemain kelas dunia dan pelatih yang sangat bagus," katanya.
Alih-alih merasa tertekan, Argentina justru menjadikan kekuatan Inggris sebagai pengingat agar tetap fokus. Setiap detail pertandingan dipelajari dengan cermat demi menghindari kesalahan sekecil apa pun.
Bagi De Paul, berada selangkah lagi menuju final Piala Dunia adalah motivasi terbesar yang bisa dirasakan seorang pesepak bola.
"Tidak ada motivasi yang lebih besar daripada kesempatan bermain di final Piala Dunia," ujarnya.
Ia menyebut seluruh pemain Argentina memahami bahwa setiap pertandingan di fase gugur harus diperlakukan layaknya final. Karena itu, mereka berusaha menikmati momen tanpa kehilangan ketenangan.
Meski dipenuhi adrenalin, para pemain diminta tetap menjaga emosi. Fokus, disiplin, dan kepala dingin diyakini menjadi kunci untuk melewati laga besar melawan Inggris.
Argentina juga membawa misi yang tidak mudah. Sejak Brasil pada 1962, belum ada negara yang berhasil mempertahankan gelar juara Piala Dunia.
De Paul sadar tantangan tersebut sangat berat. Menurutnya, mempertahankan gelar jauh lebih sulit dibanding merebutnya untuk pertama kali.
Meski demikian, ia percaya Argentina memiliki mental juara yang sudah terbangun selama beberapa tahun terakhir. Keberhasilan mempertahankan dominasi di Copa America menjadi salah satu bukti kekuatan tim tersebut.
"Saya sangat bangga kepada rekan-rekan setim saya," kata De Paul.
Namun, ia mengingatkan bahwa turnamen sebesar Piala Dunia sering kali ditentukan oleh hal-hal kecil. Satu kesalahan, satu momen, atau satu sentuhan bisa menjadi pembeda antara kegagalan dan kejayaan.
Kini, Argentina hanya tinggal satu langkah lagi menuju final. Di hadapan mereka berdiri Inggris, lawan tangguh yang sama-sama membawa mimpi besar mengangkat trofi paling bergengsi di dunia sepak bola.
Bagi Messi, laga ini bukan sekadar semifinal. Ini adalah kesempatan untuk terus menulis sejarah, sekaligus menikmati setiap momen yang mungkin menjadi bab terakhir perjalanan indahnya di panggung Piala Dunia.
(Wy/Red)