Apresiasi Untuk Pemprov Jabar Dalam Antisipasi Bencana Kekeringan

Apresiasi Untuk Pemprov Jabar Dalam Antisipasi Bencana Kekeringan

ADHIKARYA PARLEMEN

BANDUNG, – BMKG,  saat ini telah melansir potensi kemarau panjang yang diprediksi puncak musim kemarau skah terjadi pada Agustus 2026 mendatang.

Puncak kemarau panjang, diprediksi akan menyebabkan kemarau panjang. Kondisi ini tentunya harus diwaspadai ancaman kekurangan air.

Namun, pihak Pemerintah Provinsi Jabar terutama melalui dukungan program penguatan infrastruktur pengairan telah melakukan antisipasi, mulai dari fasilitasi penambahan sarana pengairan serta bantuan lainnya untuk menjaga kekurangan air.
V
" Pihak legislatif Jabar tentunya memberikan apresiasi atas langkah antisipasi itu" ungkap Anggota Komisi 4 DPRD Jabar, Ir. Prasetyawati, MM, dalam keterangannya kepada media, baru-baru ini.

Dampak dari krisis iklim air ungkap Prasetyawati sering dirasakan dalam setiap perubahan cuaca yang tidak terduga,

Di musim kemarau, kondisi itu menyebabkan adanya periode kekeringan yang panjang dan intensitas suhu yang ekstrem,

Solusinya indra pengairan, mulai irigasi, situ dan embung+embung harus tersebar di seluruh desa merupakan sarana yang dibutuhkan untuk mengantisipasi bencana kekeringan, terutama untuk mengantisipasi kekurangan air.

Perihal ketersediaan infrastruktur itu, dengan mempertimbangkan kondisi kualitas infrastruktur yang sudah mencapai 66 persen tentunya ini merupakan harapan bahwa jaringan infrastruktur pengairan yang sudah terbangun oleh Pemprov Jabar sudah mencukupi.

Prasetyawati, dalam keterangannya mengatakan dalam LKPJ Gubernur Jabar tahun 2025, kualitas infrastruktur telah mencapai 66 persen lebih , pencapaian ini  salah satunya diperoleh dari realisasi pembangunan infrastruktur pengairan.

" melalui penambahan infrastruktur pengairan, krisis berupa kekurangan air dapat diantisipasi" kata Prasetyawati.

Prasetyawati, dalam keterangannya mengatakan dalam rangka mengantisipasi krisis air dalam musim kemarau panjang, pihak DPRD Jabar juga memberikan apresiasi program lainnya antara lain : 
peningkatan akses air bersih dan sanitasi, normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) dan rehabilitasi waduk, serta pengembangan system irigasi yang efisien.(Adv)