Jakarta -- Presiden Prabowo Subianto ingin riset tidak hanya jadi laporan di atas kertas, tapi solusi nyata bagi rakyat.
Baca juga: Polten Simbolon Bidik Ketua Golkar Samosir, Kantongi Dukungan 7 PK dan Targetkan 6 Kursi DPRDHal itu ditegaskan Presiden saat menerima Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Baca juga: ?Menebus Batas Kepulauan, KRI Bung Karno - 369 Kawal Rupiah Menjangkau Pelosok Negri"Bapak Presiden terus memantau karhutla dan terus menekankan betapa hasil riset untuk memecahkan masalah karhutla harus dilakukan," tutur Arif.
Baca juga: Perkuat Penjagaan Laut Sumatera Utara, Kodaeral I dan Bea Cukai Satukan Langkah Lawan Penyelundupan?Dalam pertemuan itu, Arif melaporkan 4 riset strategis:1. Karhutla
BRIN berkolaborasi dengan BMKG, BNPB, Kemenhut, dan TNI AU dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk penanganan jangka pendek. Untuk jangka panjang, BRIN kembangkan model perambatan api.
Baca juga: Dulu Kumuh Banyak Sampah, Kini Kinclong! Pasar Cijerah Bandung Lulus SNI Pertama, Ada Food Market-nya2. Energi
Limbah cair sawit (POME) dan tandan kosong bisa jadi listrik 3,9 gigawatt dan biogas. Ini bisa tekan impor LPG Rp97 triliun per tahun.3. Vaksin Malaria
Ada 4 kandidat vaksin malaria, salah satunya untuk Plasmodium vivax yang belum ada vaksinnya di dunia. Prabowo minta dipercepat 3 tahun. BRIN juga siapkan 19 obat herbal menuju fitofarmaka.4. Sampah
Prabowo minta teknologi pengolahan sampah level rumah tangga dan desa segera dipakai warga, bukan cuma prototype. BRIN akan gandeng kampus untuk bantu desa.Semua riset ini untuk mendukung gerakan ASRI yang dicanangkan Presiden.(red)
Sumber:BPMI Setpres
Bagikan: