6 Aug, 2026

Finlandia Dilumpuhkan Oleh Aksi Demonstrasi Ratusan Ribu Buruh

Indofakta.com, 2024-02-01 18:15:12 WIB

Bagikan:

Finlandia -- Sebagian besar wilayah Finlandia akan lumpuh pada hari Kamis(01/2) dan Jumat (02/2) karena sekitar 300.000 orang mogok kerja untuk memprotes reformasi pasar tenaga kerja yang diusulkan pemerintah, termasuk pemotongan tunjangan sosial.

Baca juga: Partai Kecoak di India: Satire Gen Z yang Menyengat Pemerintah dalam Hitungan Hari

Seperti negara-negara tetangganya di Nordik, Finlandia dikenal dengan model kesejahteraan yang dermawan, yang menawarkan perlindungan dan tunjangan yang kuat bagi para pekerja.

Baca juga: Remaja China Bohong ke Orang Tua Soal Liburan, Ternyata Diam-diam Jadi Relawan Banjir

Namun, pemerintahan koalisi Perdana Menteri Konservatif Petteri Orpo berargumen bahwa negara ini membutuhkan "model pasar tenaga kerja yang digerakkan oleh ekspor" untuk "meningkatkan daya saing jangka panjang Finlandia".

Baca juga: Kebangkitan Spanyol: Dari Reruntuhan Generasi Emas Sampai Mahkota Dunia 2026

Perombakan ini telah membuat marah serikat-serikat buruh, yang telah mengancam akan melumpuhkan negara ini untuk memaksa pemerintah mundur.

Baca juga: Iran Sindir Kuwait di Tengah Perang, Kenang Bantuan Padamkan Api Ladang Minyak 1991

Serikat pekerja berencana untuk menutup lalu lintas udara Finlandia pada tanggal 1 sampai dengan 2 Februari 2024, yang menyebabkan maskapai penerbangan nasional Finnair membatalkan 550 penerbangan, yang berdampak pada 60.000 penumpang.

Kereta api di seluruh negeri dan metro, bus, dan trem di ibukota akan berhenti beroperasi pada hari Jumat, sementara berbagai serikat pekerja juga menyerukan penghentian kerja di sektor energi, sekolah, dan layanan kesehatan.

Industri, restoran, hotel, pekerja pos dan sektor ritel serta layanan lainnya juga akan terpengaruh.

Sekitar 300.000 orang akan ambil bagian dalam gerakan protes ini, menurut lembaga penyiaran publik Finlandia, YLE, dan Organisasi Pusat Serikat Buruh Finlandia (SAK) menyerukan sebuah demonstrasi besar-besaran pada hari Kamis(01/2).

Di antara reformasi yang direncanakan oleh pemerintah adalah perubahan aturan untuk negosiasi perundingan kerja bersama.

Usulan pemotongan tunjangan sosial termasuk membuat hari pertama cuti sakit tidak dibayar dan memotong tunjangan pengangguran yang terkait dengan pendapatan, dengan jumlah yang menurun ketika waktu pengangguran semakin lama.

Reformasi ini juga mencakup pembatasan hak melakukan mogok kerja, dan memberikan lebih banyak pilihan kepada para pengusaha untuk merundingkan kesepakatan secara lokal.

Markku Sippola, seorang dosen senior di bidang ilmu sosial di Universitas Helsinki, mengatakan bahwa reformasi tersebut merupakan "perubahan yang sangat substansial".

"Mereka akan melemahkan posisi karyawan dalam hal jaminan pengangguran dan perlindungan terhadap pemecatan yang tidak dapat dibenarkan dan hak untuk mogok kerja," katanya kepada AFP.

"Belum diketahui apa dampaknya dalam hal kesepakatan bersama, karena idenya adalah untuk menuju ke arah kesepakatan-kesepakatan yang lebih bersifat lokal."

Konfederasi Industri Finlandia (EK) mengatakan kepada AFP bahwa dampak langsung dan tidak langsung dari demonstrasi ini akan mengakibatkan kerugian sekitar 360 juta euro pada produk domestik bruto.

demonstrasi relatif jarang terjadi di Finlandia, terutama yang melibatkan pekerja kerah putih.

Mayoritas demonstrasi minggu ini telah diserukan oleh SAK dan Konfederasi Profesional Finlandia (STTK).

Sippola mengatakan bahwa lebih banyak demonstrasi mungkin akan terjadi pada musim semi ini.

Serikat-serikat pekerja "belum menyerukan demonstrasi lagi, namun saya rasa tidak mustahil mereka akan menyerukan demonstrasi lagi jika pemerintah sama sekali tidak memenuhi permintaan mereka".

Pekka Ristela, kepala urusan internasional di SAK, mengatakan bahwa usulan-usulan pemerintah tersebut akan "melemahkan mata pencaharian terutama para pekerja berpenghasilan rendah yang menjadi pengangguran".

Ia mengatakan bahwa demonstrasi ini dimaksudkan untuk menunjukkan kepada pemerintah "seberapa besar perlawanan yang ada terhadap reformasi ini".

"Mudah-mudahan ini akan membuat pemerintah mempertimbangkan kembali," katanya.

Ia mengatakan bahwa SAK terbuka untuk melakukan negosiasi mengenai perubahan-perubahan "yang benar-benar akan menyelesaikan tantangan-tantangan mengenai ketenagakerjaan dan ekonomi, dan yang akan lebih seimbang dan lebih adil bagi berbagai demografi".

Aki Rouhiainen, seorang manajer organisasi di serikat pekerja industri jasa PAM, mengatakan bahwa sekitar 100.000 anggotanya memiliki pekerjaan yang akan terkena dampak demonstrasi.

Ia mengatakan bahwa PAM juga "sangat khawatir dengan berbagai pemangkasan terhadap jaminan pengangguran dan jaminan sosial", karena "banyak pemangkasan yang sayangnya menyasar mereka yang bergaji rendah dan berpenghasilan rendah".

Aksi demonstrasi buruh dan pekerja sektor profesional akan dilakukan dalam jumlah lebih besar lagi pada hari Selasa tanggal 6 Februari 2024.(Why/macaubussines)

Sumber:https://www.macaubusiness.com/strikes-over-labour-reform-to-paralyse-finland/

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online