SMAN1 Telukjambe Dulu dan Kini, 60% Lulusannya Masuk PTN
Karawang - SMA 1 Negeri Telukjambe, dulu dan kini mengalami perubahan yang sangat signifikan dari berbagai bidang. Tidaklah mengherankan, lulusan sekolah pada tahun 2021- 2022, dapat diterima di Perguruan Tinggi Negeri(PTN), mencapai 60 persen.
Keberadaan SMAN 1 Telukjambe yang keren disebut SMAN TJ, kini di Kabupaten Karawang, tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebagai sekolah tingkat SLTA, yang berada di Kota Pangkal Perjuangan, mampu bersaing dengan SMAN-SMAN lainya yang berada di Kabupaten Karawang.
Tempo dulu, mungkin minat untuk sekolah ke SMAN ini, tidak begitu diburu para calon siswa dan siswi. Sebaliknya kini sekolah SMAN yang berada di plot kawasan industri para calon siswa khususnya di Kecamatan Telukjambe Timur, Telukjambe Barat bahkan lulusan sekolah SMPN di Kabupaten Karawang Selatan berlomba- lomba untuk bisa diterima di sekolah SMAN Tersebut.
Sekolah SMAN 1 TJ lokasinya berada di Kawasan Industri terbesar se Asia Tenggara. Kemudian diapit oleh dua perguruan tinggi yakni Universitas Negeri Unsika dan Universitan Swasta Buana Perjuangan(UBP).
Kepala SMAN 1 Telukjambe H. Udih. Samsudin M. MPD, di Ruang kerjanya menjelaskan, kini SMAN 1 Telukjambe, terus berbenah, dari kegiatan belajar mengajar. Ini bisa dibuktikan dari satu sisi saja, dimana para siswa lulusan SMAN1 TJ tingkat penerimaan di PTN mengalami peningkatan dari tahun 2020-2021 hanya 80 siswa, kini pada tahun 2021-2022 naik menjadi 162 siswa.
Pak Kasek SMAN 1 TJ, lebih jauh menjelaskan, para siswa dan siswi lulusan sekolah pada tahun ajaran 2021-2022 berjumlah 362 siswa. Dari jumlah tersebut, mayoritas para siswa meneruskan kuliah baik pada perguruan tinggi yang berada di Kabupaten Karawang maupun di kota kota besar lainnya.
Dalam ini, kata H. Udih. Samsudin, guna meningkatkan mutu pendidikan di sekolah ini, terus dipacu sekitar kegiatan belajar - mengajar. Betapa tidak, antara tenaga pengajar dengan pengajar terus membangun sinergitas, begitupun dengan peserta didik.
Tidaklah mengherankan, gedung kelas yang berada di kawasan sekolah, ikut dibenahi. " Kini ruang antar kelas sudah nyaman tidak terlihat lubang dan lorong yang tidak Interasih(Indah Tertib, Aman dan Bersih).
Dia mengakui pada tahun anggaran, 2022, sekolah yang dipimpinya mendapat bantuan Dana Alokasi Khusus(DAK) sebanyak 9 kelas, dengan rata-rata setiap kelas sumber dananya Rp 131 juta. Kini dana DAK yang diperuntukan rehab tersebut, sudah rampung dikerjakan pembangunannya.
Hasil Pemantauan Kepala Pendidikan, Wilayah IV Jabar, H. Ai Nurhasan, kondisi sekolah negeri dan swasta tingkat SMA maupun SMK, keberadaan cukup baik. Para pengelola antar sekolah, cukup kondusip(jay)