SAMOSIR — Upaya mewujudkan pertanian yang lebih produktif sekaligus ramah lingkungan mulai menunjukkan hasil nyata di Kabupaten Samosir. Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Sibonor Ompu Ratus, Kecamatan Nainggolan, resmi beroperasi setelah diresmikan Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo Adypurnama alias Teguh Sambodo, bersama Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, Sabtu (3/10/2026).
Baca juga: Wali Kota Wesly Dukung Edukasi Pasar Modal; Diikuti 100 PesertaProgram ini menjadi salah satu langkah konkret menghadirkan energi bersih untuk menjawab persoalan klasik petani, yakni keterbatasan air. Selama ini, sebagian lahan pertanian di Sibonor Ompu Ratus masih bergantung pada curah hujan sehingga petani menghadapi ketidakpastian musim tanam.
Baca juga: Kodim 0212/TS Rehab Jembatan Gantung Batunadua Jae, Progres Capai 13,5 PersenMelalui PATS, energi matahari dimanfaatkan untuk menggerakkan pompa yang mengalirkan air dari Danau Toba menuju jaringan irigasi dan selanjutnya dimanfaatkan untuk mengairi sawah masyarakat.
Baca juga: Atas Nama Wali Kota Wesly, Sekda Junaedi Melantik 116 Pejabat Administrasi dan Fungsional Pemko PematangsiantarPATS yang memiliki kapasitas 69,3 kilowatt tersebut mampu memasok sekitar 1.700 hingga 1.900 meter kubik air per hari pada kondisi penyinaran matahari yang optimal.
Baca juga: Bakti TNI AD, Kodim 0210/TU Salurkan Bantuan Air Bersih Secara SerentakFasilitas ini dirancang melayani sekitar 82 hektare sawah tadah hujan dan memberikan manfaat kepada sekitar 749 petani. Dengan tersedianya air yang lebih terjamin, lahan yang sebelumnya sebagian besar hanya dapat ditanami sekali setahun diharapkan dapat meningkatkan frekuensi tanam.Produksi padi bahkan diproyeksikan meningkat dari sekitar 50 ton menjadi 150 ton per tahun.
Kehadiran PATS bukan hanya berbicara mengenai air dan peningkatan produksi. Pemanfaatan tenaga surya juga menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan petani terhadap bahan bakar fosil.Berdasarkan kalkulasi teknis, penggunaan PATS diproyeksikan mampu menurunkan emisi sekitar 10,18 ton karbon per tahun. Di sisi lain, penggunaan energi matahari juga membantu menekan biaya operasional pengairan lahan pertanian.Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo Adypurnama alias Teguh Sambodo, mengatakan PATS di Sibonor Ompu Ratus menjadi contoh bagaimana perencanaan pembangunan dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata di daerah.Menurutnya, energi matahari yang digunakan untuk menggerakkan pompa air memberikan kepastian bagi petani dalam mengelola lahan.“Ketersediaan air yang pasti dan terencana membuka peluang bagi masyarakat untuk mengelola lahan dengan ketepatan waktu, mengurangi pengeluaran operasional dan meningkatkan produktivitas hasil pertanian,” ujarnya.Teguh juga mengapresiasi kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kerajaan Inggris melalui UKFCDO dalam mendorong pembangunan rendah karbon di Indonesia.Ia menilai PATS di Samosir menunjukkan keterkaitan antara ketahanan pangan, ketahanan energi dan kelestarian lingkungan.
Keberhasilan PATS Sibonor Ompu Ratus juga diproyeksikan menjadi pembelajaran untuk pembangunan PATS berikutnya di Desa Pakpahan, Kecamatan Onan Runggu.PATS di Pakpahan dirancang melayani sekitar 73 hektare sawah tadah hujan dengan penerima manfaat sekitar 903 petani. Produksi padi diproyeksikan meningkat dari 96 ton menjadi sekitar 288 ton per tahun, dengan potensi pengurangan emisi sekitar 7,32 ton per tahun.Jika kedua program tersebut berjalan optimal, intervensi energi bersih di Sibonor Ompu Ratus dan Pakpahan diproyeksikan memberikan nilai tambah ekonomi lebih dari Rp2 miliar per tahun bagi masyarakat lokal.“Dengan pembelajaran yang ada di desa ini, secara akumulatif intervensi energi bersih di kedua desa ini diproyeksikan akan memberikan nilai tambah ekonomi lebih dari Rp2 miliar per tahun bagi masyarakat lokal. Samosir ini berdiri sebagai model percontohan nasional untuk pembangunan rendah karbon berbasis komunitas yang siap direplikasi di penjuru Indonesia,” ungkap Teguh.Ia juga mengapresiasi berbagai capaian makro Kabupaten Samosir, termasuk tren pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka.Menurut Teguh, pembangunan berkelanjutan di Samosir semakin diperkuat dengan berbagai upaya pemerintah daerah dalam pengelolaan lingkungan dan pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan.Dalam sambutanya, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom mengatakan pembangunan PATS berawal dari usulan masyarakat Kabupaten Samosir yang kemudian diteruskan melalui Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Kementerian PPN/Bappenas hingga memperoleh dukungan Pemerintah Kerajaan Inggris.“PATS ini merupakan usulan dari masyarakat Kabupaten Samosir yang diteruskan kepada pemerintah atasan, mulai dari Bapak Gubernur dan Kementerian Bappenas, hingga akhirnya disetujui oleh Kedutaan Besar Inggris dan dibawa menjadi program di Kabupaten Samosir,” kata Vandiko.Menurutnya, program tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat dan mitra pembangunan dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat.Vandiko menilai kehadiran PATS sangat membantu petani, khususnya dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan menekan biaya operasional.“Dengan pembangunan ini sangat membantu masyarakat dan petani, khususnya dalam menyiasati ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Biaya operasional juga sudah berkurang,” ujarnya.Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan ruang sehingga jaringan pipa PATS dapat dibangun hingga melewati kawasan permukiman.Ia mengajak masyarakat bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.“Jangan hanya bisa meminta, tetapi kita juga harus tahu mengucap syukur dan berterima kasih dengan cara menjaga serta merawat fasilitas ini,” kata Vandiko.Pemkab Samosir, lanjutnya, akan mendukung skema perawatan PATS sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaannya.Menurut Vandiko, keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar fasilitas tersebut tidak hanya menjadi proyek pembangunan, tetapi benar-benar menjadi aset bersama yang memberikan manfaat bagi petani.Vandiko menyambut baik rencana pembangunan PATS berikutnya di Desa Pakpahan, Kecamatan Onan Runggu.Menurutnya, Samosir menjadi salah satu daerah yang mendapatkan lebih dari satu program PATS merupakan kesempatan penting untuk memperluas pemanfaatan energi terbarukan di sektor pertanian.“Kita bersyukur karena dari 540 kabupaten/kota di Indonesia, Kabupaten Samosir tidak hanya mendapatkan satu, tetapi usulan yang kedua juga sudah diakomodir. Tentu kami atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujarnya.Mewakili Gubernur Sumatera Utara, Kepala Bapperida Sumatera Utara Dikky Anugerah juga menyampaikan dukungan terhadap implementasi program pembangunan rendah karbon di daerah.Menurutnya, PATS merupakan bentuk transisi energi yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.“Kita ingin menjadikan Samosir sebagai bagian dari pembelajaran bahwa pembangunan rendah karbon dapat dimulai dari desa, hadir di tengah sawah, digerakkan oleh energi bersih, meningkatkan produksi pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Dikky.Deputy Development Director UKFCDO Jakarta Freddie Brunt mengatakan pembangunan PATS merupakan bagian dari upaya mewujudkan ketahanan iklim, perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.Ia menilai kolaborasi antara UKFCDO dan Bappenas menunjukkan bahwa kebutuhan air petani dapat dijawab melalui teknologi bersih yang sekaligus mendukung produktivitas dan pengurangan emisi.“Inisiatif ini diharapkan menjadi contoh kepemilikan lokal yang berkelanjutan, dengan pembelajaran yang dapat direplikasi di seluruh Indonesia,” ujarnya.Di tingkat masyarakat, pengelolaan PATS dilakukan melalui Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) PATS Mual Hangoluan. Kelembagaan ini diharapkan menjadi motor dalam memastikan operasional, pemeliharaan dan keberlanjutan fasilitas.Peresmian PATS turut diwarnai penyematan ulos oleh Bupati Samosir bersama tokoh masyarakat kepada rombongan Bappenas, UKFCDO dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebagai bentuk penghargaan dan terima kasih atas dukungan pembangunan di Kabupaten Samosir.Kini, harapan baru itu mengalir bersama air dari Danau Toba menuju sawah-sawah masyarakat.Bagi petani Sibonor Ompu Ratus, PATS bukan sekadar teknologi energi terbarukan. Ia menjadi bagian dari upaya memastikan air tersedia, musim tanam lebih pasti, produksi meningkat dan pertanian dapat tumbuh lebih kuat tanpa harus mengorbankan lingkungan.Dari sebuah desa di Samosir, energi matahari mulai menggerakkan roda pertanian dan membuka peluang bagi masa depan pangan yang lebih berkelanjutan.(Jst)
Bagikan: