17 Oct, 2026

Utang PMMP Tembus Rp2 Triliun, Tekanan Keuangan Emiten Afiliasi Kaesang Menguat

Indofakta.com, 2026-07-04 15:34:49 WIB

Bagikan:

JAKARTA -- Tekanan keuangan yang membelit emiten pengolahan udang PT Panca Mitra Multiperdana Tbk kian mengeras setelah total kewajiban perusahaan dilaporkan menembus lebih dari Rp2 triliun.

Baca juga: Harga Emas Antam Naik Tipis Lagi, 1 Gram Tembus Rp2.655.000

Perusahaan yang terafiliasi dengan Kaesang Pangarep itu kini berada dalam fase restrukturisasi utang ke sejumlah bank dan lembaga pembiayaan.

Baca juga: 5.346 Perusahaan Jepang Bangkrut, Tekanan Terberat pada UKM

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia yang dirilis pada Jumat, 3 Juli 2026, PMMP mencatat kewajiban besar kepada berbagai kreditur utama.

Baca juga: APKOMINDO dan APTIKNAS Siap Bersinergi Sukseskan Indonesia Application Summit (IN-APPS) 2026, Mendorong Indonesia Menjadi Pusat Inovasi Aplikasi Digital Dunia

Di antaranya Bank Permata dengan eksposur sekitar US$53,12 juta atau setara Rp929,6 miliar, serta fasilitas tambahan Rp5,49 miliar.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 7 Juli 2026 Turun, Cek Harga Terbaru dan Rincian Buyback

Selain itu, utang juga tercatat pada Bank Central Asia senilai sekitar US$40,29 juta atau Rp705 miliar.

Kewajiban lainnya mencakup pinjaman dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia sebesar US$30,71 juta atau Rp537,4 miliar, serta SMBC Indonesia senilai US$22,80 juta atau sekitar Rp400 miliar.

Dua kreditur lain yang turut tercatat adalah Bank Maspion Indonesia dan Bank Resona Perdania, yang masing-masing memiliki eksposur jutaan dolar AS terhadap perusahaan.

Seluruh kewajiban tersebut belum termasuk bunga pinjaman yang masih berjalan.

Di tengah beban utang yang membengkak, manajemen PMMP mengakui keterbatasan modal kerja telah mengganggu operasional perusahaan.

Saat ini, hanya satu pabrik di Situbondo yang masih beroperasi, sementara sebagian kebutuhan ekspor dipenuhi dengan membeli produk dari pihak lain.

Kebutuhan modal kerja tambahan disebut mencapai sekitar US$15 juta atau setara Rp269 miliar agar operasional kembali normal.

Tekanan itu juga berdampak pada tenaga kerja, dengan adanya pemutusan hubungan kerja terhadap puluhan staf dan pekerja harian serta sejumlah pengunduran diri karyawan.

Di sisi lain, perusahaan masih mencatat langkah penyelematan melalui restrukturisasi utang kepada kreditur serta rencana penguatan modal.

Namun, di saat yang sama, laporan keuangan menunjukkan penurunan kinerja yang signifikan dalam beberapa periode terakhir, termasuk peralihan dari laba menjadi rugi besar.

Kepemilikan saham PMMP juga menjadi sorotan karena sebagian digenggam oleh PT Harapan Bangsa Kita, perusahaan yang didirikan Kaesang Pangarep dengan porsi sekitar 7,27 persen.

Posisi ini membuat dinamika keuangan PMMP ikut menjadi perhatian publik, seiring meningkatnya eksposur utang dan tekanan operasional perusahaan.

(Wy/Red)

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online