12 Aug, 2026

KDM Tekankan Nilai Rasa dalam Peradaban Sunda di Dies Natalis ke-58 UIN Bandung

Indofakta.com, 2026-04-08 20:50:27 WIB

Bagikan:

Bandung -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM menegaskan bahwa peradaban tertinggi dalam falsafah Sunda terletak pada “rasa”, bukan pada tulisan maupun aturan yang dikodifikasi.

Baca juga: Pewarta Polrestabes Medan Gelar Jumat Barokah, Pererat Silaturahmi, Kokohkan Sinergi Media dan Kepolisian

Hal tersebut disampaikannya dalam Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-58 UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang digelar di Gedung Aula Anwar Musaddad, Kota Bandung, Rabu (8/4/2026).

Baca juga: Menghubungkan Dua Tepian, TNI Wujudkan Harapan Warga Lewat Jembatan Gantung Sungai Menaula

“Dalam falsafah Sunda, peradaban tertinggi itu rasa. Karena tertinggi rasa maka orang Sunda itu tidak menulis peradaban, orang Sunda tidak mendiskusikan peradaban, tidak membuat konsensus, dia yang tertinggi," ujarnya.

Baca juga: Kang Andhy Daftar Calon Ketua PWI Jabar 2026, Usung Program Kesejahteraan Wartawan hingga Peluang Kerja Internasional

Ia pun mengungkapkan, dalam perspektif tersebut, pemahaman nilai kehidupan cukup dilakukan melalui penghayatan.

“Dengan melihat memandang, mendengar, dan merasa maka dia bisa merasakan mana yang mesti dilakukan dan mana yang mesti tidak dilakukan," ungkapnya

Baca juga: Pangdam III/Siliwangi Tutup Diklat Dasar Militer SPPI KDKMP dan KNMP TA 2026

Menurut Dedi, nilai-nilai itu juga tercermin dalam praktik kehidupan sehari-hari masyarakat Sunda yang selaras dengan alam.

Ia mencontohkan penggunaan rumah panggung dan material bambu sebagai bentuk kearifan lokal.

Lebih lanjut, ia menyoroti larangan eksploitasi alam dalam budaya Sunda, termasuk aktivitas penambangan. Dalam pandangan Sunda, manusia yang paling buruk adalah yang merusak alam.

“Yang paling buruk adalah orang yang menebang pohon sampai ke akar-akarnya,” tegasnya.

Oleh karena itu, melalui momentum Dies Natalis ini, KDM mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus merawat nilai-nilai kearifan lokal sebagai bagian dari pembangunan peradaban yang berkelanjutan.(Nur)

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online