24 Jan, 2026

BBM Langka di Samosir, Antrian Mengular di SPBU Pangururan: Warga Minta Pertamina Segera Bertindak

Indofakta.com, 2025-12-07 11:09:00 WIB

Bagikan:

Samosir – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali terjadi di Kabupaten Samosir. Hal ini sudah terjadi bebrapa hari sebelumnya hingga pada Minggu, 7 Desember 2025, antrean panjang terlihat di SPBU Pangururan. Kendaraan roda dua hingga mobil mengular sejak pagi hari demi mendapatkan bahan bakar, namun pasokan yang terbatas membuat banyak warga kecewa karena pulang dengan tangki tetap kosong.

Baca juga: Wali Kota Wesly dan Ny Liswati Hadiri Open House IPK Pematangsiantar

Sejumlah warga mengaku harus menempuh perjalanan jauh dari pelosok hanya untuk membeli BBM di Pangururan. Namun setibanya di SPBU, mereka justru mendapati antrean yang telah mengular ratusan meter. Tak sedikit yang memilih menunggu truk tanki datang, meski belum ada jaminan bahwa semua yang antre akan mendapat giliran.

Baca juga: Wali Kota Wesly dan Ny Liswati Serahkan Bantuan ke Warga Korban Kebakaran di Jalan Kasuari

"Kalau tidak dapat BBM, aktivitas kami berhenti. Banyak warga datang jauh-jauh, tapi malah tidak kebagian. Kami mohon Pertamina memperhatikan kondisi ini," ujar seorang warga.

Kelangkaan ini dikhawatirkan dapat memicu lumpuhnya roda ekonomi di Samosir. Warga menilai distribusi BBM yang tidak stabil bisa berdampak pada aktivitas pertanian, perdagangan, hingga transportasi wisata yang menjadi salah satu sektor hidup di daerah tersebut.

Baca juga: Ny Liswati Kunjungi 6 PAUD SAB di Kecamatan Siantar Martoba, Ajak Murid Bersenam dan Bernyanyi Bersama

Ironisnya, ketika BBM sulit diperoleh di SPBU, beredar kabar bahwa BBM eceran justru marak dijual dengan harga yang melambung tak wajar. Kondisi ini menambah tekanan bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang sangat bergantung pada kendaraan untuk bekerja maupun beraktivitas harian.

Baca juga: Serahkan Armada Baru, Wesly Tekankan Respon Cepat dan Tepat terhadap Kebakaran dan Penyelamatan

"Sekarang kalau beli eceran harganya berbeda jauh dari SPBU. Tapi mau bagaimana lagi? Terpaksa dibeli karena kebutuhan," keluh warga lainnya.

Masyarakat berharap Pertamina dan pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan pasokan BBM di Samosir. Penambahan kuota distribusi dan pengawasan terhadap penjualan di lapangan dinilai mendesak agar kondisi tidak semakin memburuk.

Situasi ini menunggu respons dari pihak Pertamina. Warga berharap masalah tidak berlarut dan pasokan BBM kembali normal sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan seperti biasa.(Jst)

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online