12 Feb, 2026

Polemik Perusakan Rumah Singgah di Cidahu Sukabumi Polisi Pastikan Sudah Selesai dan Kondusif

Indofakta.com, 2025-06-30 20:02:46 WIB

Bagikan:

Sukabumi -- Polres Sukabumi telah menindaklanjuti terkait viralnya pembubaran dan perusakan rumah singgah di Kampung Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi oleh sekelompok orang yang terjadi Jumat lalu.

Baca juga: Musrenbang Kecamatan Siantar Sitalasari, Wali Kota Wesly Sampaikan 3 Pesan Penting

Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian S.H., S.I.K., M.Si  menyebut jajaran Polres Sukabumi pada hari ini pukul 09.00 WIB telah melakukan kegiatan pelaksanaam korve bersama Forkopimcam Cidahu pascaperusakan di rumah singgah Kampung Tangkil RT.04/01, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi.

Baca juga: Wali Kota Wesly Beri Bantuan Perbekalan Ramadhan untuk 134 Masjid dan 38 Mushollah

"Kegiatan dipimpin langsung Kapolsek Cidahu, AKP Endang Slamet, lalu ada Ketua MUI Cidahu, Ismail, pihak MUI Desa Tangkil, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Desa Tangkil beserta warga masyarakat. Tadi pagi, telah dilaksanakan solidaritas bersama dalam bentuk pelaksanaan korve membersihkan rumah singgah pascaaksi spontanitas perusakan oleh sekelompok orang," ujarnya.

Pelaksanaan korve ini, lanjutnya, dilakukan dengan kebersamaan sebagai bentuk solidaritas kebersamaan wilayah Kecamatan Cidahu. Sasarannya mulai halaman dan bangunan depan serta ruangan dalam juga belakang rumah singgah.

Baca juga: Dukung P2DD, PD PHJ Gunakan Aplikasi QRIS untuk Retribusi Kios dan Pedagang di Eks Gedung IV Pasar Horas

"Forkopimcam Cidahu juga melakukan perbaikan kerusakan rumah singgah," katanya.

Baca juga: Ketua TP PKK Ny Liswati dan Jajaran Pemko Pematangsiantar Serahkan Bantuan ke Korban Kebakaran Rumah di Gang DJ Tondang

Polemik ini telah berakhir damai. Situasi di lapangan pun sudah kondusif serta berbagai pihak memastikan penanganan masalah tak dibiarkan berlarut.  

Kapolres Sukabumi, AKBP Samian mengatakan persoalan di Desa Tangkil adalah kesalahpahaman yang saat ini telah diselesaikan sehingga kondisi di lapangan kondusif. Sementara terkait kerusakan bangunan, berdasarkan hasil musyawarah, masyarakat setempat bersepakat akan memperbaikinya.
"Jadi, bangunan yang ada dijadikan rumah singgah. Kemudian saat kejadian itu ditemukan oleh warga sedang digunakan tempat ibadah. Inilah mispersepsi yang muncul sehingga terjadi kesalahpahaman. Alhamdulillah bisa diselesaikan. Masyarakat sudah memperbaiki (kerusakan bangunan) dengan sukarela," katanya.

Samian menambahkan, pemilik rumah atau bangunan membuat laporan dan langsung ditangani Polres Sukabumi. Menurutnya, saat ini ada 9 saksi yang dimintai keterangan.
"Sembilan orang saksi. Proses hukum tentunya sebagai akuntabilitas ada yang laporan. Masih tahap melengkapi alat bukti untuk pembinaan keterangan saksi," ujarnya.(Ril)

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online