Hendersonville -- Sebuah penangkaran ikan pari di North Carolina yang mengatakan bahwa mereka memiliki ikan pari yang sedang hamil tanpa pejantan, kini mengatakan bahwa ikan tersebut mengidap penyakit reproduksi yang langka.
Baca juga: Wamenkop RI Tinjau Koperasi Desa Merah Putih Mangga Dua, 96 Persen Progres Pembangunan TercapaiPernyataan hari Kamis (30/05) dari Aquarium and Shark Lab di Hendersonville tidak menyebutkan penyakit apa yang diderita ikan pari bernama Charlotte itu atau berkomentar tentang status kehamilannya.
Baca juga: Perawatan Kecantikan Dengan Alat dari Korea Hadir di INTAN DERMA BEAUTY CimahiPihak penagkaran tidak segera menanggapi email dari media, yang meminta untuk informasi lebih lanjut."Charlotte telah mengidap penyakit reproduksi langka yang berdampak negatif pada sistem reproduksinya," kata pihak akuarium.
Baca juga: PILAR WELLSKIN dan Yayasan Cipta Wellness Gelar "Wellness Tourism Appreciation Night 2025""Temuan ini benar-benar suatu penemuan medis yang menyedihkan dan tak terduga. Prioritas kami adalah fokus pada kesehatan dan kenyamanan Charlotte."
Baca juga: IGX 2025 Sukses Digelar di Bandung: Merajut Kolaborasi Teknologi, Budaya, dan KreativitasAkuarium di Blue Ridge Mountains telah mengumumkan kehamilan Charlotte pada bulan Februari, dan menyatakan bahwa ia tidak pernah berbagi tangki dengan pejantan dari spesiesnya selama setidaknya delapan tahun.Pihak akuarium mengatakan pada saat itu bahwa ia sedang mengandung sebanyak empat ekor anak paus dan diperkirakan akan melahirkan dalam waktu dua minggu.Kehamilan tersebut diduga merupakan hasil dari jenis reproduksi aseksual yang disebut partenogenesis, di mana keturunannya berkembang dari telur yang tidak dibuahi, yang berarti tidak ada kontribusi genetik dari pejantan.Fenomena yang sebagian besar langka ini dapat terjadi pada beberapa serangga, ikan, amfibi, burung, dan reptil, tetapi tidak pada mamalia. Contoh yang terdokumentasi adalah burung kondor California, komodo, dan ular air perut kuning. (Why/ap)
Bagikan: