Dari Musda SOKSI Jabar Akan Ada Regenerasi
Bandung - Regenerasi kepemimpinan menjadi salah satu pesan kuat dalam Musyawarah Daerah (Musda) XII Depidar SOKSI Jawa Barat yang digelar di Hotel Horison, Kota Bandung, Sabtu 29 Agustus 2026.
Setelah dipimpin tokoh senior Yod Mintaraga, SOKSI Jawa Barat kini bersiap memasuki babak baru. Ketua Umum Depinas SOKSI Mukhamad Misbakhun menegaskan, pergantian kepemimpinan harus menjadi bagian dari kesinambungan organisasi, bukan sekadar pergantian figur.
Misbakhun hadir langsung dalam Musda XII SOKSI Jawa Barat yang berlangsung selama dua hari, 29-30 Agustus 2026. Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi sekaligus menyusun kepengurusan untuk masa bakti 2025-2030.
"Ini adalah periodisasi yang secara konsisten kita jalankan. SOKSI Jawa Barat selama ini telah dipimpin oleh tokoh yang legendaris, Mang Yod," kata Misbakhun.
Menurutnya, Yod Mintaraga telah menunjukkan sikap besar dengan membuka ruang regenerasi dalam tubuh organisasi.
"Mang Yod dengan berbesar hati menyampaikan perlu adanya regenerasi. Selanjutnya kita serahkan sepenuhnya kepada mekanisme Musda," ujarnya.
Misbakhun menyebut, nama calon penerus kepemimpinan telah mengemuka secara internal. Sosok tersebut adalah Untung yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Depidar SOKSI Jawa Barat.
"Sudah ada kesepakatan tokohnya. Nanti dibicarakan di internal, yaitu Mang Untung untuk melanjutkan kepemimpinan Mang Yod," katanya.
Karena sejumlah hal telah mengerucut dalam Musda, agenda organisasi dijadwalkan berlangsung relatif singkat. Kepengurusan baru SOKSI Jawa Barat pun direncanakan segera dilantik setelah melalui proses pengesahan.
Misbakhun dalam keterangannya mengapresiasi soliditas SOKSI Jawa Barat yang dinilainya tetap terjaga, termasuk ketika organisasi pernah menghadapi dinamika dualisme.
"Saya sangat gembira dengan SOKSI Jawa Barat. Solid, kuat dan kekeluargaannya dijaga dengan baik. Kita pernah mengalami dualisme, tetapi dukungan SOKSI Jawa Barat luar biasa," tegasnya.
Soliditas tersebut, sambung Misbakhun, menjadi salah satu kekuatan yang membuat SOKSI tetap konsisten dan menjadi bagian penting dalam konsolidasi Partai Golkar.
"SOKSI sekarang adalah SOKSI yang tunggal. SOKSI di bawah kepemimpinan saya adalah SOKSI yang diakui oleh Partai Golkar. Begitu juga SOKSI Jawa Barat di bawah kepemimpinan Mang Yod, diakui oleh DPD Golkar Jawa Barat," jelasnya.
Musda XII Depidar SOKSI Jawa Barat juga menjadi bagian dari konsolidasi politik yang lebih luas setelah DPD Partai Golkar Jawa Barat menyelesaikan Musyawarah Daerah dan menetapkan kepengurusan untuk periode 2025-2030.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut mengapresiasi proses regenerasi dan tradisi organisasi yang berkembang di tubuh SOKSI.
Menurut KDM sapaannya, mekanisme kaderisasi dan regenerasi yang berjalan menunjukkan SOKSI memiliki tradisi berorganisasi yang kuat.
"Regenerasinya terus berjalan, proses-proses dan mekanisme organisasinya ditempuh. Artinya, organisasi ini memang punya tradisi berorganisasi yang sangat baik," ujarnya.
Dedi juga menilai SOKSI memiliki catatan sejarah panjang dalam perjalanan bangsa. Pada masanya, organisasi tersebut memiliki peran strategis dalam mengonsolidasikan ideologi bangsa.
Selanjutnya, Ketua Depidar SOKSI Jawa Barat Yod Mintaraga mengaku bersyukur dapat menuntaskan amanah kepemimpinan yang diembannya selama lima tahun terakhir.
Dirinya berterima kasih kepada jajaran pimpinan nasional yang telah membimbing sekaligus membantu mempersatukan SOKSI ketika organisasi tersebut menghadapi dualisme.
"Alhamdulillah, saya telah berhasil menunaikan tugas dan tanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan lima tahun lalu. Saya juga berterima kasih kepada para pimpinan yang telah membimbing saya, bahkan mempersatukan SOKSI ketika ada dualisme," kata Yod.
Menurutnya, dengan organisasi yang kini berada dalam satu komando, SOKSI memiliki peluang lebih besar untuk memperkuat kontribusinya di tingkat nasional maupun daerah.
"Untuk lima tahun ke depan, SOKSI harus lebih kuat dan memberikan kontribusi bagi kebesaran SOKSI secara nasional maupun Jawa Barat, serta tentu memperkuat Golkar," ujarnya.
Yod menambahkan, pendidikan kader bangsa tetap menjadi salah satu ikon utama perjuangan SOKSI. Karena itu, keberadaan organisasi harus semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"SOKSI ikonnya adalah pendidikan kader bangsa. Kehadiran kita di tengah masyarakat harus semakin memperkuat kepercayaan masyarakat kepada SOKSI," pungkasnya.(Nr)