Dua Kelompok Tani di Samosir Terima Bantuan Bibit Jagung, Vandiko Targetkan Panen 10 Ton per Hektare

Dua Kelompok Tani di Samosir Terima Bantuan Bibit Jagung, Vandiko Targetkan Panen 10 Ton per Hektare

Samosir -- Program Kolaborasi Sumut Berkah terus menunjukkan dampaknya bagi sektor pertanian di Kabupaten Samosir. Senin (11/5/2026), dua kelompok tani yakni Kelompok Tani Melati Paristua Desa Panampangan, Kecamatan Pangururan dan Kelompok Tani Tumpang Sari Desa Urat Timur, Kecamatan Palipi melaksanakan penanaman jagung bersama unsur Forkopimda Kabupaten Samosir di Desa Panampangan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Strategis Daerah Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2026 yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara melalui program Kolaborasi Sumut Berkah.

Kegiatan itu dihadiri Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, Sekdakab Samosir Marudut Tua Sitinjak, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan Kabupaten Samosir Tumiur Gultom, Kepala Dinas Kominfo Immanuel Sitanggang, Danramil 03 Pangururan Kapten Edianto Simangunsong, Kabag SDM Polres Samosir AKP Tarmizi Lubis yang mewakili Kapolres Samosir, Kepala Desa Panampangan Rincat Sigiro, para ketua kelompok tani serta masyarakat petani.

Penanaman jagung dilakukan menggunakan alat pertanian odong-odong yang mampu mempercepat proses tanam sehingga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja petani di lapangan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan Kabupaten Samosir, Tumiur Gultom melaporkan bahwa Kabupaten Samosir memperoleh alokasi Program Sumut Berkah untuk pengembangan jagung seluas 40 hektare yang terbagi dalam dua paket kegiatan. Masing-masing kelompok tani memperoleh pengembangan lahan seluas 20 hektare.

Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan untuk masing-masing kelompok tani meliputi benih jagung P32 sebanyak 300 kilogram, pupuk NPK 3.000 kilogram, pupuk urea 5.000 kilogram, pestisida 100 paket serta satu unit corn sheller. Pada tahap awal, bantuan yang telah disalurkan berupa benih jagung sebanyak 300 kilogram dan langsung ditanam di lahan Kelompok Tani Melati Paristua.

Tumiur juga menyampaikan bahwa kelompok tani berkomitmen meningkatkan produktivitas jagung minimal 10 ton per hektare. Selain itu, hasil panen nantinya akan bekerja sama dengan BUMD PT Dirga Surya sebagai off taker yang siap membeli hasil panen dengan harga minimal Rp5.500 per kilogram pipil kering.

Selain program jagung, Kabupaten Samosir juga mendapat alokasi pengembangan cabai merah seluas 4 hektare dan bawang merah seluas 3 hektare melalui program yang sama. Saat ini kegiatan tersebut telah memasuki tahap persemaian dan persiapan lahan.

Kepala Desa Panampangan Rincat Sigiro menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Samosir dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atas kolaborasi yang menghadirkan bantuan bagi kelompok tani di desanya.

Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom dalam sambutannya mengatakan bahwa Program Kolaborasi Sumut Berkah merupakan bentuk sinergitas antara pemerintah desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi bersama masyarakat.

“Hari ini kita kembali melaksanakan program Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution, yang mana beliau di masa pemerintahannya membuat program Kolaborasi Sumut Berkah. Kalau di daerah kita disebut sinergitas antara pemerintah desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi, menghasilkan program mudah-mudahan Sumut menjadi berkah antara pemerintah bersama masyarakat,” kata Vandiko.

Vandiko menjelaskan, melalui program tersebut Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memberikan bantuan benih jagung jenis P32 sebanyak 600 kilogram untuk dua kelompok tani dengan luas lahan 40 hektare yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara.

“Program ini adalah usulan dari bapak ibu sekalian kelompok tani. Artinya itu semua sudah sesuai kebutuhan bapak ibu sekalian. Jadi mohon agar kita menanam dan mengerjakan ini sebaik mungkin,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya berupa benih jagung, namun juga pupuk dan pestisida untuk mendukung keberhasilan panen petani.

“Bahkan akan turun bantuan pupuk dan pestisida untuk bapak ibu sekalian. Tadi disampaikan ada target dari bapak gubernur panen 10 ton per hektare. Kemudian tidak sampai di situ saja, bahkan hasil panen dari bapak ibu sekalian akan dibeli oleh BUMD Provinsi Sumut dengan harga sesuai yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp5.500 per kilogram,” lanjut Vandiko.

Menurutnya, program tersebut menjadi bentuk dukungan penuh pemerintah kepada petani karena seluruh kebutuhan dasar hingga pemasaran hasil panen telah dipersiapkan.

“Jadi sudah lengkap, bibit dikasih, pupuk dikasih, pestisida dikasih, bahkan dibeli nanti hasilnya. Jadi saya harap kita laksanakan dengan baik,” tutup Vandiko.

Ketua Kelompok Tani Melati Paristua Baringin Sitanggang dan Ketua Kelompok Tani Tumpang Sari turut menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Samosir dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atas bantuan yang dinilai sangat membantu kelompok tani mereka.

Baringin Sitanggang bahkan menyebut kelompok taninya sebelumnya juga telah menerima bantuan ternak kerbau dari pemerintah. Ia berjanji akan mengundang kembali Pemerintah Kabupaten Samosir bersama unsur Forkopimda saat masa panen jagung tiba nanti.(Jst)