27 Jun, 2026

Alasan Solbakken Mencadangkan Haaland Saat Norwegia Hadapi Prancis

Indofakta.com, 2026-06-27 05:41:31 WIB

Bagikan:

AS -- Keputusan Ståle Solbakken mencadangkan Erling Haaland dalam laga terakhir Grup I Piala Dunia 2026 melawan Prancis menjadi salah satu momen paling mengejutkan di fase grup.

Baca juga: Gempa Berkekuatan 7,2 dan 7,5 SR Luluhlantakkan Wilayah Dekat Caracas, Operasi Penyelamatan Terus Berlangsung

Di saat publik mengharapkan Norwegia tampil dengan kekuatan penuh, sang pelatih justru memilih merombak besar-besaran susunan timnya.

Baca juga: Pantai Gading Kalahkan Curacao 2-0 dan Pastikan Tiket ke Babak Knockout

Langkah itu bukan tanpa perhitungan. Norwegia sebenarnya sudah memastikan tiket ke babak 32 besar usai meraih kemenangan atas Irak dan Senegal.

Baca juga: Jerman Tersingkir, Ecuador Menang 2-1 Berkat Gol Penentu Gonzalo Plata

Dengan posisi yang relatif aman, Solbakken memilih menjadikan laga kontra Prancis sebagai ajang rotasi demi menjaga kondisi skuad.

Baca juga: Ketika perang melawan korupsi menembus lingkaran elite China dan Brasil

Menjelang pertandingan, Solbakken menggambarkan situasi turnamen sebagai “pressure cooker” atau panci presto—istilah yang ia gunakan untuk menjelaskan tekanan fisik dan mental di turnamen pendek seperti Piala Dunia.

Menurutnya, pertandingan yang padat setiap beberapa hari menuntut manajemen energi yang jauh lebih cermat daripada sekadar mengejar kemenangan di satu laga.

“Pemain kami biasa bermain setiap tiga hari, tapi di sini tekanannya berbeda. Ini seperti pressure cooker,” ujar Solbakken dalam penjelasannya sebelum laga.

Ia menegaskan bahwa dengan enam poin sudah di tangan, Norwegia tidak perlu mengambil risiko berlebihan yang bisa berdampak pada fase gugur.

Keputusan itu kemudian diwujudkan dalam tindakan nyata. Solbakken melakukan hingga 10 pergantian dari tim yang sebelumnya mengalahkan Senegal. Hampir seluruh lini disegarkan, termasuk sektor depan yang biasanya menjadi kekuatan utama Norwegia.

Haaland, Martin Ødegaard, hingga beberapa pemain inti lain diistirahatkan sejak awal.

Konsekuensinya, struktur permainan Norwegia terlihat lebih rapuh dibanding biasanya, terutama saat menghadapi intensitas tinggi Prancis yang tetap menurunkan skuad utama mereka. Kylian Mbappé, Ousmane Dembélé, dan sejumlah nama besar Les Bleus langsung menekan sejak menit awal.

Haaland sendiri tetap berada di bangku cadangan dan berpeluang diturunkan jika situasi pertandingan memungkinkan.

Namun fokus utama tim bukan lagi hasil di laga ini, melainkan kesiapan menghadapi babak 32 besar yang diperkirakan akan berlangsung lebih menuntut, termasuk kemungkinan perpanjangan waktu hingga adu penalti.

Di sisi lain, Solbakken menegaskan bahwa sikap Haaland mencerminkan etos tim Norwegia.

Sang striker tidak terlalu mengejar pencapaian individu seperti Golden Boot, melainkan menempatkan kepentingan tim sebagai prioritas utama, sebuah karakter yang justru dianggap sebagai kekuatan terbesar dalam skuad Norwegia saat ini.

(Wy/Red)

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online