Pencarian Berita


Gejolak Penolakan PPKM Darurat Perlu Ada Solusi

Gejolak Penolakan PPKM Darurat Perlu Ada Solusi

Adikarya Parlemen

Jabar -- PPKM Darurat yang berakhir pada 20 Juli 2021, menyisakan persoalan diantaranya masih banyaknya kasus Covid 19 yang menyebar di semua daerah.

Hal ini, dibuktikan dengan masih banyaknya zona merah di Jabar. Dari laporan yang diterima per 19 Juli 2021, untuk di Jabar, dari 27 Kabupaten/Kota , zona merah masih mencapai 20 Kabupaten/Kota.

Melihat kondisi ini, sangatlah realistis ada perpanjangan PPKM Darurat.

Namun, disisi lain munculnya gelombang penolakan dari beberapa kalangan.

Menyikapi kondisi dilema ini, harus dicari solusi, ungkap Anggota Fraksi PAN DPRD Jabar, Hasbullah Rahmad, dalam keterangannya kepada media baru-baru ini.

Hasbullah dalam keterangannya mengatakan gelombang penolakan perpanjangan PPKM darurat diantaranya datang dari kelompok masyarakat yang bekerja harian seperti pedagang.

Dalam situasi PPKM darurat ini, diakui mereka mengalami dampaknya. Pasalnya, waktu jualan dibatasi.

Bahkan yang bekerja di pusat perbelanjaan seperti mal  , Pendapatan  harian ada diantaranya  yang nihil Karena pusat perbelanjaan diliburkan.

Hal-hal demikian harus dicari solusinya. Opsi yang bisa dilakukan diantaranya melalui bantuan sosial.

Opsi lain, pelonggaran aturan dalam PPKM darurat misalnya dengan penambahan waktu untuk jualan.

Penambahan waktu jualan, ujar Hasbullah dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat, yang dijaga ketat oleh Satgas Penanganan Covid 19 sampai ke tingkat Kelurahan/Desa.(nur)