Pencarian Berita


Apresiasi Rencana Pemulihan Ekonomi Di Kabupaten Bogor

Apresiasi Rencana Pemulihan Ekonomi Di Kabupaten Bogor

Adikarya Parlemen

Jabar -- Pemkab Bogor, saat ini telah mempunyai rencana konkrit untuk memulihkan ekonomi dari dampak Covid 19.

Dari laporan yang diterima , melalui Dana Pemulihan Ekonomi Nasional, Pemkab Bogor akan menata sektor pariwisata, diantaranya dengan penguatan program desa wisata. Atas rencana itu, layak untuk diapresiasi.

Hal ini , diungkapkan Anggota Fraksi Partai Gerindra Persatuan DPRD Jabar Dapil Kabupaten Bogor, Ir. Prasetyawati, MM, dalam keterangannya kepada media baru-baru ini.

Prasetyawati, dalam keterangannya mengatakan sangatlah realistis Pemkab Bogor memperkuat sektor pariwisata. Pasalnya, efek pandemi Covid 19, menyebabkan sektor pariwisata terpuruk. Dari informasi yang diterima, sebanyak 9.605 pekerja usaha  di sektor pariwisata itu terkena dampak Covid 19.

Dari pekerja pariwisata itu, mereka tersebar bekerja di tempat wisata, hotel dan restoran.

Adapun dampak yang dirasakan mereka bervariasi, ada yang terkena PHK, pengurangan waktu bekerja dan  pengurangan gaji sampai 50 persen

Melalui dana dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Pemkab Bogor katena potensi pariwisata cukup besar sepertinya masih adanya  kawasan konservasi yang diperuntukkan untuk pariwisata, akan memfokuskan pada program antara lain b: pembangunan destinasi pariwisata, pengembangan industri pariwisata, promosi pariwisata serta pengembangan konservasi di beberapa objek wisata.

Untuk implementasi program ini, akan disinergikan dengan pengembangan desa wisata.

Implementasi program pariwisata tersebut, akan dipetakan di 30 desa yang saat ini telah menjadi desa wisata.

Dengan potensi desa yang dimiliki di masing-masing desa wisata, akan dibuat program desa wisata, edukasi wisata dah  wisata desa.

Keseluruhan kegiatan ini,  sambung Prasetyawati perlu dukungan sarana untuk pengembangan destinasi wisata.

Di desa tersebut, bisa dibuat peta potensi Desa. Dengan peta desa ini, nantinya akan menjadi bahan untuk pengembangan industri pariwisata di desa.

Jika industri pariwisata sudah terbentuk serta produk pariwisata sudah ada di desa, ujar Prasetyawati bisa didukung dengan pemasaran pariwisata.(nur)