Pencarian Berita


Perhitungan Pendapatan Butuh Penyempurnaan

Perhitungan Pendapatan Butuh Penyempurnaan

Adikarya Parlemen

Jabar -- Beberapa waktu lalu, pihak DPRD Jabar telah mendapatkan laporan perihal Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Jabar tahun 2020.

Dari salah satu point yang disampaikan dalam pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Provinsi Jabar tahun 2020, salah satunya mengungkapkan laporan perihal realisasi pendapatan.

Berkenaan dengan laporan pendapatan di tahun 2020, penetapan perhitungan target pendapatan butuh penyempurnaan.

Hal ini, diungkapkan Anggota Badan Anggaran dari Fraksi PAN DPRD Jabar, Hasbullah Rahmad, dalam keterangannya kepada media baru-baru ini.

Hasbullah, dalam keterangannya mengatakan dalam pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Provinsi Jabar tahun 2020, realisasi pendapatan sebesar Rp. 34, 504 triliun lebib atau 90,29 persen dari anggaran pendapatan yang ditetapkan sebesar Rp. 38, 214 triliun lebih.

Keseluruhan pendapatan daerah itu salah satunya diperoleh dari Pendapatan Asli Daerah dengan realisasinya mencapai Rp. 18, 521 triliun lebih atau 84,84 persen dari anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp. 21, 831 triliun lebih.

Selanjutnya, salah satu pendapatan asli daerah diperoleh dari pajak. Untuk pajak ini salah satu yang diperoleh dari pajak kendaraan bermotor.

Merujuk kepada laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Provinsi Jabar 2020,  realisasi pajak tak mencapai target, jelas Hasbullah.

Penurunan pajak ini, dalam suasana Pandemi Covid 19 yang belum berakhir, yang berakibat pada menurunnya pertumbuhan ekonomi yang juga untuk realisasi pajak mengalami penurunan pula.

Terkait kondisi itu, untuk perbaikan ke depan, perlu ada perbaikan dalam perhitungan pendapatan.

Untuk perhitungan pajak kendaraan bermotor baik roda dua ataupun roda empat, harus didasarkan pada perhitungan objek pajak yang riil.

Selain itu, Pemprov. Jabar diminta untuk membuat inovasi agar pendapatan dari pajak bisa digali.

Untuk sumber lain dari pajak, perlu dioptimalkan dari pajak yang bersumber dari pengelolaan air baik air permukaan maupun air bawah tanah, pangkas Hasbullah mengakhiri penjelasannya.(nur)