Pencarian Berita


Penanganan Covid 19 Di Kota Depok Butuh Perhatian Besar

Penanganan Covid 19 Di Kota Depok Butuh Perhatian Besar

Adikarya Parlemen

Jabar -- Pelaksanaan PPKM darurat, saat ini sudah memasuki hari ke-8. Dari pemantauan langsung di lapangan, untuk Kota Depok butuh perhatian besar.

Hal ini, diungkapkan Anggota Fraksi PAN DPRD Jabar Dapil Kota Depok dan Kota Bekasi, Hasbullah Rahmad, dalam keterangannya kepada media, Senin (12/7).

Hasbullah, dalam keterangannya memaparkan fakta-fakta di lapangan untuk Kota Depok , kasus aktif Covid 19 masih tinggi.

Kondisi itu, ditunjukkan oleh keadaan di pekan lalu rumah sakit penuh, oksigen sempat mengalami kelangkaan dan peti permintaan peti jenazah juga sangat tinggi sehingga jumlahnya mengalami kekurangan.

Kondisi faktual lainnya untuk Kota Depok , kluster penyebaran Covid 19 tak hanya melanda keluarga. Adapun penyebaran Covid saat ini di Kota Depok sudah menyebar ke permukiman penduduk di kawasan perkampungan.

Akibat kondisi itu, jumlah kasus kematian akibat Covid 19 , sempat mencapai 28 orang per hari.

Sementara untuk sebaran kasus , ada satu daerah , di 1 RW, jumlah warga yang terpapar mencapai 76 orang.

Hasbullah, dalam keterangannya memaparkan Kota Depok merupakan daerah penyangga Ibukota.

Terkait dengan kebijakan pembatasan mobilitas di Jabodetabek untuk menekan penyebaran Covid 19, dalam masa PPKM darurat ini, ternyata belum bisa menurunkan Kasus Covid 19 di Kota Depok.Hal itu, salah satunya disebabkan karena tingginya kadus Covid 19 di Kota Depok.

Pemerintah melalui Kemenhub RI, diakui sudah menperketat aturan mobilitas kepada masyarakat di kawasan Jabodebek, dengan belum adanya penurunan kasus Covid 19 yang signifikan, sepertinya perpanjangan PPKM darurat merupakan salah satu solusi untuk diterapkan di wilayah Bodebek.

Jika perpanjangan PPKM darurat tak dilaksanakan, ujar Hasbullah disarankan suvlai vitamin dan oksigen untuk wilayah Bodebek ditambah.( nur)