Presiden Prabowo Instruksikan Peningkatan Investasi Berkualitas, Hilirisasi, dan Percepatan Perizinan

Presiden Prabowo Instruksikan Peningkatan Investasi Berkualitas, Hilirisasi, dan Percepatan Perizinan

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan peningkatan investasi berkualitas melalui percepatan hilirisasi industri dan pembenahan layanan perizinan. Langkah ini ditujukan untuk mendorong industrialisasi, menciptakan lapangan kerja, dan memberi kepastian kepada investor.

Instruksi tersebut disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani setelah rapat terbatas bersama Presiden Prabowo dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026). 

Rosan mengatakan, Presiden meminta investasi tidak hanya meningkatkan nilai penanaman modal, tetapi juga memberi manfaat bagi perekonomian melalui penciptaan lapangan kerja, penguasaan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari sekitar 26 persen pada 2024.

Pemerintah akan melanjutkan pengembangan industri berbasis nikel dan baterai kendaraan listrik dengan memperhatikan keseimbangan produksi, kualitas produk, teknologi, dan penyerapan tenaga kerja.

Di bidang perizinan, pemerintah mempercepat reformasi birokrasi melalui integrasi layanan yang melibatkan 28 kementerian dan lembaga. Sistem ini ditujukan untuk memangkas hambatan administratif dan memberi kepastian waktu pelayanan.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM juga telah menerbitkan sekitar 328 perizinan melalui mekanisme fiktif positif. Mekanisme ini memungkinkan persetujuan perizinan apabila instansi terkait tidak menyelesaikan proses dalam batas waktu yang ditentukan sesuai ketentuan.

Percepatan layanan juga mencakup pengurusan izin tinggal terbatas (KITAS) bagi tenaga kerja asing melalui koordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Layanan tersebut ditargetkan selesai dalam lima hari.

Rosan menegaskan, kepastian regulasi, transparansi prosedur, dan ketepatan waktu menjadi bagian penting untuk meningkatkan kepercayaan investor.

Arahan Presiden berfokus pada peningkatan kualitas investasi, percepatan hilirisasi industri, dan penyederhanaan perizinan. Pemerintah berharap langkah ini memperkuat daya saing nasional dan memastikan investasi berdampak bagi masyarakat.

 



Sumber Berita: BPMI Setpres