25 May, 2026

Hima Persis Didorong Jadi Motor Penggerak Pendidikan dan Pemberdayaan Pemuda Kota Bandung

Indofakta.com, 2026-05-24 10:25:42 WIB

Bagikan:

Bandung -- Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bandung, Susanto Triyogo Adiputro, S.ST., M.T., menegaskan pentingnya peran generasi muda, khususnya kader Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis), sebagai kekuatan strategis dalam menjawab tantangan pendidikan, pengangguran, dan pembangunan sumber daya manusia di Kota Bandung.

Baca juga: Jan Maringka Ucapkan Selamat HUT ke-53 Kawanua, Ajak Warga Perantauan Jaga Persatuan dan Kebersamaan

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Masa Kualifikasi Kader Hima Persis (MAKKAH) yang diselenggarakan PD Hima Persis Kota Bandung, di Vue Palace Artotel Curated Hotel Bandung pada hari Jumat tanggal 22 Mei 2026.

Baca juga: Jelang Laga Persib vs Persijap, Wagub Jabar Imbau Masyarakat dan Bobotoh Jaga Kondisi Kondusif

Dalam kesempatan tersebut, Susanto Triyogo Adiputro menyampaikan materi bertajuk “Dari Nilai Sampai Gerakan: Peran Kader Hima Persis Dalam Pembangunan Pemuda dan Pendidikan di Kota Bandung”.

Baca juga: Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., Pimpin Sertijab Kaskogartap II/Bdg

Dalam paparannya, Susanto turut membahas berbagai isu strategis Kota Bandung, mulai dari kondisi pendidikan, angka pengangguran terbuka, tantangan bonus demografi, hingga penguatan gerakan sosial kepemudaan berbasis nilai keislaman dan intelektualitas.

Menurut Susanto, Kota Bandung saat ini memiliki modal pembangunan manusia yang cukup baik dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tinggi. Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan serius yang harus dihadapi bersama, mulai dari angka pengangguran usia produktif, kesenjangan akses pendidikan, hingga rendahnya partisipasi pemuda ke jenjang perguruan tinggi.

Baca juga: Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara

"Kota Bandung membutuhkan pemuda yang tidak hanya kuat dalam gagasan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat. Kader Hima Persis harus hadir sebagai agen perubahan yang mampu menghubungkan nilai, ilmu pengetahuan, dan aksi sosial,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tantangan bonus demografi harus dijawab dengan peningkatan kualitas pendidikan, penguatan literasi, serta pembangunan karakter generasi muda yang adaptif dan berdaya saing. Dalam konteks tersebut, organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan memiliki posisi penting sebagai ruang kaderisasi kepemimpinan masa depan.

Susanto juga mengapresiasi langkah Hima Persis Kota Bandung yang mulai mendorong berbagai agenda strategis, mulai dari program bimbingan belajar gratis, penguatan literasi masyarakat, kajian kebijakan pemuda, hingga pengembangan kewirausahaan sosial berbasis komunitas.

“Kegiatan seperti ini penting untuk membangun kesadaran kolektif bahwa pembangunan daerah bukan hanya tugas pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dan pemuda. Hima Persis memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis dalam pembangunan pendidikan dan pemberdayaan generasi muda di Kota Bandung,” katanya.

Ia berharap kader Hima Persis mampu menjaga identitas intelektual dan moral dalam menghadapi tantangan era digital, sekaligus menjadi pelopor gerakan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas.

“Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Karena itu, kader harus membiasakan diri berpikir kritis, berbasis data, serta memiliki keberanian untuk turun langsung menyelesaikan persoalan di masyarakat,” tuturnya.* (Y CHS/hms).

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online