Samosir -- Isu dugaan ketidaksesuaian pencetakan tiket pertunjukan Air Mancur Water Front City Pangururan Samosir yang beredar di media sosial mendapat bantahan berdasarkan data resmi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir.
Baca juga: Didukung APBN 2026, Kabupaten Samosir Disiapkan Jadi Sentra Bawang Putih, Vandiko : Program Presiden Yang Harus Disukseskan Mengacu pada pernyataan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Samosir, Tetty Naibaho pada Minggu, 5 April 2026, ia menjelaskan jumlah penonton pertunjukan Air Mancur terhitung sejak 18 Maret hingga 2 April 2026 tercatat secara rinci dan terverifikasi.
Baca juga: Even Perdana HSF Horja Bius Mangase Taon Digelar, Wabup Samosir: Budaya Tak Ternilai, Harus Dilestarikan"Warga dengan KTP Samosir sebanyak 2.828 orang, sementara pengunjung dengan KTP luar Samosir sebanyak 49.145 orang," ungkap Tetty Naibaho.Data ini menunjukkan bahwa mayoritas penonton justru berasal dari luar daerah, sehingga membantah dugaan bahwa tiket KTP Samosir dicetak secara berlebihan atau dimanipulasi.
Baca juga: Aksi Nyata Jaga Danau Toba, Peran Effendy Naibaho Menginspirasi 'Suan, Unang Taba'Jika dibandingkan secara proporsional, jumlah pengunjung luar daerah mencapai lebih dari 90 persen dari total penonton. Hal ini dinilai wajar mengingat momentum libur panjang mulai dari Lebaran hingga Paskah yang mendorong lonjakan wisatawan ke kawasan Danau Toba, khususnya Kabupaten Samosir.
Baca juga: Jaga Ekosistem Danau Toba, Bupati Samosir Bersama Yayasan Pusuk Buhit Tebar 1.000 Bibit Ikan dan Tanam 1.000 PohonDengan demikian, tudingan adanya permainan dalam distribusi tiket, khususnya terkait tiket KTP Samosir, tidak memiliki dasar kuat jika merujuk pada data faktual yang tersedia."Kami juga menegaskan bahwa pengelolaan tiket dilakukan secara terukur dan dapat dipertanggungjawabkan, serta terbuka untuk diaudit sesuai mekanisme yang berlaku," tegas Tetty Naibaho.(Jst)
Bagikan: