12 Apr, 2026

Kurangi Beban Lalu Lintas Selama Libur Idulfitri, Sekitar 1.120 Sopir Angkot di Cibadak Sukabumi Diliburkan

Indofakta.com, 2026-03-23 12:10:56 WIB

Bagikan:

Jabar -- Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) atas arahan Gubernur Dedi Mulyadi meliburkan sekitar 1.120 supir angkot yang beroperasi di area Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Baca juga: PKN Medan Marelan Minta Usut Izin PBG Pengerjaan Bangunan Tembok Milik PT SBP

Langkah ini ditempuh demi mengurangi beban lalu lintas, khususnya di wilayah Cibadak Sukabumi, yang kerap jadi titik kemacetan terutama selama arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H/ 2026.

Baca juga: BNNP Jabar Awasi Ketat Peredaran Obat Keras dan Liquid Vape Berisi Narkotika

Sekretaris Dinas (Sekdis) Perhubungan Jabar, Diding Abidin, mengatakan setidaknya terdapat enam trayek di Kabupaten Sukabumi, khususnya yang beroperasi di wilayah Cibadak, yang disasar untuk tidak beroperasi selama libur Idulfitri.

Baca juga: Tangis Haru Iringi Pemakaman Mayor Zulmi, Prajurit Berprestasi TNI

Para sopir diminta menghentikan operasionalnya selama tiga hari, yakni pada 23, 24, dan 29 Maret 2026. Hari-hari tersebut disesuaikan dengan prakiraan potensi kepadatan lalu lintas yang akan terjadi.

Baca juga: Warkop Jurnalis Samosir Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Pelajar di Huta Ginjang

Sebagai pengganti, Pemda Provinsi melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar memberikan kompensasi sebesar Rp200.000 per hari kepada masing-masing sopir, di Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

“Jadi walaupun tidak menyopir, tetap diberikan kompensasi Rp200.000 per hari. Selama tiga hari, totalnya Rp600.000,” kata Diding, usai kegiatan pendataan sopir angkot penerima kompensasi, di Terminal Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Minggu (22/3/2026).

Dengan diberhentikan sementara operasional angkot ini, diharapkan arus lalu lintas bisa lebih lancar, terutama saat arus balik.

Sebelum kompensasi diberikan, Dishub telah mendata para sopir angkot. Proses pendataan dilakukan secara detail agar penyaluran kompensasi tepat sasaran. Data dikumpulkan, divalidasi, kemudian uang kompensasi disalurkan melalui bank agar transparan dan langsung masuk ke rekening penerima.

Koordinasi pun dilakukan dengan Dishub kabupaten serta organisasi angkutan darat (Organda) untuk memastikan hanya sopir aktif yang menerima kompensasi. Adapun, pengaturan pembagian kompensasi menjadi kesepakatan antara sopir dan pemilik angkot.

Program ini pun disambut positif oleh para sopir angkot Cibadak Sukabumi.

“Alhamdulillah, setelah diberikan pemahaman, semua menerima dengan baik karena ini untuk kebaikan bersama,” katanya.

Sementara itu, bagi sopir yang tetap beroperasi padahal sudah menerima kompensasi, Diding menyebut pihaknya akan melakukan penertiban secara persuasif. Pun jika masih ada sopir yang belum terdata pada hari ini, dapat langsung berkoordinasi dengan Dishub Kabupaten Sukabumi.

“Kalau sudah menerima kompensasi tapi masih jalan, akan kami ingatkan untuk tidak beroperasi,” ujar  Diding.(Nur)

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online