MANOKWARI – Tawa riang anak-anak SD Sowi Indah, Manokwari, terdengar pecah saat rombongan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat datang membawa senyum, semangat, dan harapan baru. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kejaksaan Republik Indonesia ke-80 yang tahun ini dengan tema “Transformasi Kejaksaan Menuju Indonesia Maju “ dan mengusung semangat "Hadir untuk Negeri, Mengabdi Sepenuh Hati."
Baca juga: Buka Musrenbang Kecamatan Siantar Marimbun, Wali Kota Wesly Ajak Satukan LangkahPagi itu, Jumat (29/8/2025) Plh. Kepala Kejati Papua Barat, Dr. Muslikhuddin, S.H., M.H., yang memimpin langsung kunjungan itu, menegaskan bahwa perhatian Kejaksaan tak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga menyentuh sektor pendidikan.
Baca juga: Pemko Pematangsiantar dan Satgas Saber Temukan Harga Minyakita di Atas HET“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat yang peduli pada masa depan generasi muda. SD Sowi Indah adalah salah satu sekolah binaan kami yang terus kami dukung sejak awal berdiri hingga menjadi lebih layak seperti sekarang,” ujarnya.
Baca juga: Bupati Simalungun Resmikan Kegiatan TMMD Ke 127 Kodim 0207/Sml Tahun 2026: Sarana Efektif Mempercepat Pembangunan DaerahLebih dari Sekadar KunjunganBaca juga: Wali Kota Wesly Ucapkan Selamat HUT ke-18 Partai GerindraTidak hanya datang memberi semangat, rombongan Kejati Papua Barat membawa berbagai bantuan untuk menunjang proses belajar mengajar. Di antara bantuan yang diberikan terdapat Alkitab, Iqro, perangkat penguat jaringan internet, lemari buku, serta bingkisan dan tali kasih bagi para siswa.
Selain itu, Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD)Manokwari turut menyalurkan bantuan dana operasional kepada pihak yayasan sebagai pengelola sekolah.
“Kami percaya pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan. Setiap bantuan yang kami bawa merupakan bentuk tanggung jawab sosial Kejaksaan untuk ikut mencerdaskan anak bangsa,” tambah Muslikhuddin.
Dari Bangunan Reyot ke Ruang Belajar LayakSD Sowi Indah pernah berdiri dengan kondisi yang jauh dari kata layak. Namun berkat inisiatif seorang jaksa bernama Arif Suhartono, S.H., M.H., bersama jajaran Kejaksaan Papua Barat dan Manokwari, sekolah ini kini memiliki fasilitas yang lebih memadai untuk menunjang kegiatan belajar siswa.
Plh. Kajati menegaskan bahwa Arif adalah sosok penting di balik perubahan tersebut. “Dia bukan hanya memotori perbaikan fisik, tetapi juga pembinaan karakter siswa dan dukungan moral bagi yayasan,” ujarnya.
Sosok Jaksa InspiratifKepedulian Arif tidak hanya diakui di Papua Barat. Ia juga masuk dalam tiga besar finalis Adhyaksa Awards 2025 untuk kategori Jaksa Inspiratif Pemberdaya Masyarakat.
Pemilihan ini dilakukan oleh Dewan Pakar yang terdiri dari tokoh-tokoh nasional, antara lain Prof. Dr. Pujiono Suwadi, S.H., M.H. (Ketua Komisi Kejaksaan RI), Dede Indra Permana Soediro, S.H., M.H. (Wakil Ketua Komisi III DPR RI), Dr. Fachrizal Afandi, S.Psi., S.H., M.H. (Pakar Hukum Pidana Universitas Brawijaya), Boyamin Saiman (Koordinator MAKI), dan Alfito Deannova Gintings (Pemimpin Redaksi detikcom).
Selain pembinaan pendidikan, Arif juga dikenal atas keberhasilannya mengamankan sejumlah buronan dan mengurus perwalian anak-anak dalam kondisi rentan, dengan 14 permohonan perwalian telah dikabulkan pengadilan.
Wajah Humanis KejaksaanKunjungan Kejati Papua Barat ke SD Sowi Indah bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia menjadi bukti nyata bahwa institusi penegak hukum dapat hadir dengan wajah humanis, memberi harapan bagi masa depan anak-anak, sekaligus memperkuat peran sosial di tengah masyarakat.
“Di balik toga jaksa, ada hati yang ingin berbuat untuk negeri,” pungkas Muslikhuddin. (Muzer)
Bagikan: