12 Feb, 2026

Ini Penilaian Legislatif Jabar Untuk Pendidikan Karakter Panca waluya

Indofakta.com, 2025-05-10 04:24:14 WIB

Bagikan:

Adikarya Parlemen

Baca juga: Legislatif Jabar Apresiasi Gerak Cepat Pemprov Tangani Pasien PBI Tercoret

Bandung --  Saat ini Gubernur Jabar, kembali membuat program baru di bidang pendidikan yaitu mendidik anak sekolah yang membutuhkan bimbingan khusus.

Baca juga: Legislatif Jabar Sampaikan Selamat HPN Buat Insan Pers

Keberadaan anak didik itu dibina dibarak militer. Pola pendidikan itu, selanjutnya dinamakan pendidikan Panca waluya

Baca juga: Sentra Kuliner Ikan Di Kabupaten Garut Butuh Pembinaan

Berkenaan dengan program itu patut untuk diapresiasi karena banyak memberikan sisi positif untuk mendidik siswa terutama untuk membentuk karakter, sikap dan perilaku di kalangan siswa.

Baca juga: Program MBG Di Tahun 2026 Kembali Tunjukkan Kemajuan

Hal ini, diungkapkan Anggota Komisi V DPRD Jabar, Hasbullah Rahmad, dalam keterangannya kepada media baru-baru ini.

Hasbullah, dalam keterangannya mengatakan 
Pendidikan Karakter Pancawaluya Jabar Istimewa ditujukan bagi siswa yang perlu penanganan khusus .

Sasaran dari program itu, untuk 
membangun fondasi moral yang kuat melalui pembiasaan,  kedisplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, kesemaptaan, dan bela negara.

Hasbullah, dalam keterangannya mengatakan pendidikan Panca Waluya diakui masih ada pihak yang kurang setuju, namun perlu saya tegaskan bahwa pendidikan ini tidak ada pelanggaran HAM, karena materi pendidikan karakter diberikan oleh tim instruktur dari TNI, dengan teknik mengajar yang sudah disesuaikan dengan anak remaja.

Para peserta didik ini akan mengikuti pendidikan karakter selama 2 x 14 hari. Siswa belajar Senin – Kamis pukul 12.30 - 15.30, dan dapat ditambah di hari lain.

Mereka akan tinggal di asrama dengan proporsi pendidikan 40 persen ceramah -  motivasi -  diskusi -  bedah kasus, 60 persen aktivitas fisik atau praktik.

Namun pola 40 – 60 bisa berubah sesuai dengan kebutuhan dan situasi.

Siswa, yang dididik tersebut, akan mendapatkan pelatihan dengan standar isi kurikulum bela negara TNI AD, dan kurikulum pendidikan nasional. Standar prosesnya mulai dari orientasi, level dasar dan level lanjutan.

Setelah mengikuti pendidikan selama 28 hari, diharapkan peserta didik akan memiliki standar kompetensi pancawaluya, yakni _cageur, begeur, bener, pinter, singer_.  

Akhirnya ketika tiba saatnya nanti mereka kembali ke rumah orang tua dan bergaul dengan teman – temannya, para peserta didik tetap akan dibina oleh babinsa dan bhabinkamtibmas selama tiga bulan dan bisa diperpanjang sesuai kebutuhan.

Hasbullah, dalam keterangannya mengatakan melalui pendidikan Panca Waluya, kenakalan remaja terutama di kalangan anak usia sekolah dapat dicegah, sehingga berbagai penyimpangan perilaku di kalangan siswa dapat dieliminir.(Adv)

Bagikan:

© 2026 Copyright: Indofakta Online