Bandung -- Sekda Jabar Herman Suryatman menitipkan dua _zero_ untuk coba diselesaikan 2.045 mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di wilayah Bandung Raya.
Baca juga: Apa yang Tidak Diukur oleh IQ: Membongkar Keterbatasan Tes Kecerdasan dalam Mengukur Potensi Manusia yang SesungguhnyaKedua _zero_ itu adalah _zero new stunting_ atau tidak ada lagi anak stunting baru, dan _zero food waste_ atau pengelolaan sampah makanan di tingkat rumah tangga.
Baca juga: Membangun Kebersamaan dalam Kebenaran: Perayaan HUT ke-73 SMP Santo Mikael yang Menginspirasi dan Memperkuat Potensi Peserta Didik"(Dua zero) Ini pekerjaan rumah kita dan adik-adik mahasiswa. Nanti (kalian) akan mengedukasi keluarga agar paham apa itu _zero new stunting_, paling tidak kepada ibu hamil dan ibu dengan bayi 0-24 bulan," ujar Herman Suryatman saat melepas keberangkatan mahasiswa KKN di Gymnasium UPI Bandung, Jalan Dr. Setiabudi, Kota Bandung, Rabu (11/9/2024).Herman yakin dengan perencanaan terukur dan tepat sasaran, mahasiswa KKN Tematik UPI bisa menyentuh masyarakat untuk membantu mewujudkan _zero new stunting_.
Baca juga: Bey Machmudin Apresiasi SMKN 1 Cibadak"Pasti _zero new stunting_ akan terwujud sehingga prevalensi stunting menurun tajam," katanya.
Baca juga: SMK Swasta Mandiri Mewujudkan Sekolah Pusat Keunggulan Melalui Model Teaching FactoryMengenai _zero food waste_, Herman meminta mahasiswa KKN Tematik UPI membuat terobosan aplikatif agar sampah makanan bisa dikurangi sejak dari rumah."Jadi keluarga – keluarga di Bandung Raya bagaimana mengelola makanan dengan baik sehingga tidak ada sampah makanan keluar dari rumah," katanya.Herman menawarkan konsep penyajian makanan secara proporsional sesuai jumlah orang dalam satu keluarga. "Strateginya sebelum dan setelah makan agar proporsional. Sebelum makan, sajikan makanan sesuai kebutuhan. Setelah makan, kelola lalu jadikan kompos," cetusnya.(nr)
Bagikan: