25 Jul, 2024

Curigai Dugaan Tipikor, Kejari Kota Bandung Geledah Kantor Balap Pemkot Bandung Dan Kediaman Anggota Pokja

Indofakta.com, 2024-07-11 05:23:20 WIB

Bagikan:

Bandung - Kejaksaan Negeri disingkat Kejari Kota Bandung melakukan penggeledahan di kantor Balap singkatan dari Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa pemerintah kota Bandung. Selain dilakukan di kantor tersebut, penggeledahan juga menyasar ke rumah kediaman anggota kelompok kerja disingkat Pokja inisial R dan R (diduga berinisial Reg dan Rez)

Baca juga: Pada HBA Ke-64, Kajati Jabar Sampaikan Tujuh Perintah Harian Jaksa Agung Rl Tahun 2024

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kejari, Irfan Wibowo bersama Kepala Seksi Intelijen Wawan Setiawan dan Kepala Seksi Pidana Khusus, Rida Nurul Ihsan dalam konperensi pers hari Rabu tanggal 10 Juli 2024, mengatakan bahwa pihaknya melakukan penggeledahan  sejak jam 11 hingga sore jam 17.30.

Baca juga: Rangkaian Peringati HBA Ke-64 Tahun 2024 Kajati Jabar Pimpin Acara Tabur Bunga Di Taman Makam Pahlawan

Penggeledahan itu dilakukan setelah kejaksaan mencium adanya dugaan pengaturan proyek. Dari hasil tindakan penggeledahan, petugas Kejari menyita sejumlah dokumen, laptop hingga HP milik anggota Pokja Balap Kota Bandung berinisial R dan R.

Baca juga: Polda Jabar Limpahkan Dua Tersangka Kasus Dago Elos Ke Kejaksaan

"Ini (penggeledahan) kami lakukan sebagai fungsi kami melaksanakan pemberantasan tindak pidana korupsi, demi perbaikan tata kelola layanan barang dan jasa pada Pemkot Bandung," ucap Kepala Kejari Kota Bandung Irfan Wibowo.

Baca juga: Dede Farhan Aulawi Jadi Narasumber Seminar Dharma Wanita di Lapas Kelas IIA Cikarang Jawa Barat

Selain di kantor Balap Kota Bandung, penggeledahan juga dilakukan di kediaman anggota Balap. Meski belum menyebut kasus apa yang sedang ditangani, penyitaan tersebut adalah untuk melengkapi penyidikan yang sudah ditetapkan.

"Upaya penggeledahan ini kami lakukan untuk membuat terang perkara. Kami mengumpulkan barang bukti yang ada untuk kelengkapan berkas perkara, termasuk untuk mencari tersangka ini siapa - siapa saja," sebut Kepala Kejari.

Mendampingi Kajari kota Bandung, Kepala Seksi Pidana Khusus disingkat Kasi Pidsus Kejari Kota Bandung Rida Nurul Ihsan memaparkan bahwa dari hasil penggeledahan, pihaknya menyita 74 (tujuh puluh empat) barang bukti dari mulai dokumen, laptop hingga telepon seluler atau HP. Diakui Kasi Pidsus bahwa kasus tersebut pihaknya masih didalami kejaksaan.

"Kasusnya masih kami dalami. Jumlah dari barang bukti yang kita amankan ada 74 barang bukti dari hasil penggeledahan," jelasnya.

Ditambahkan oleh Kepala Seksi Intelijen disingkat Kasi Intel Kejari Kota Bandung Wawan Setiawan mengatakan, bagaimana modus dugaan pengaturan lelang proyek di kantor Balap. Sebelum proyek itu ditenderkan, pihak Balap diduga melakukan transaksional atas sejumlah dokumen ke pengusaha yang akan ikut lelang.

"Jadi dari penyelidikan yang kita lakukan, ada indikasi transaksional antara pihak penyedia dan pihak Pokja ULP (sekarang dinamakan Balap). Maka itu kita segera ambil tindakan dengan menyita barang - barang elektronik yang kemudian bisa membuat terang permasalahan ini," terang Wawan Setiawan.

Wawan Setiawan mengatakan, dari hasil penyelidikan, ada indikasi transaksional yang terjadi antara pihak Balap dengan pengusaha calon peserta lelang. Pokja Balap pun akan membocorkan sejumlah dokumen seperti Detail Engineering Design disingkat DED yaitu produk perencanaan atau detail gambar kerja, Rencana Anggaran Biaya disingkat RAB hingga harga perkiraan sendiri disingkat HPS yang harus dibayar dengan sejumlah uang.

"Modus yang dilakukan sementara ini pihak Pokja membocorkan dokumen dengan iming - iming penyedia dapat memenangkan tender. Dengan menyerahkan uang penyedia ini, kemudian penyedia akan mendapatkan DED, HPS dan RAB," papar Wawan Setiawan.

Menurut Kasi Intel, besaran setorannya antara Rp 5 juta sampai Rp 10 juta dari setiap pengusaha. Berdasarkan informasi yang dihimpun, praktiknya sudah dilakukan dengan mencapai 14 (empat belas) proyek pengadaan.

"Dengan menyerahkan DED itu, penyedia mengetahui berapa besaran yang bisa dilakukan dan kuncian - kuncian apa yang bisa dilakukan yang ada di dalam paket pekerjaan tersebut," imbuh Wawan Setiawan.

Adanya penggeledahan di kantor Balap Kota Bandung, saat dikonfirmasi indofakta.com Kepala Sub Bagian Pengelolaan Pengadaan Barang Jasa Balap Eyet Cahyat Sudrajat, ST mengatakan bahwa kegiatan kejari Kota Bandung itu dilakukan karena laporan dari masyarakat.

"Terkait pengaduan masyarakat," ucap Eyet melalui chat whatsapp hari Rabu tanggal 10 Juli 2024.

Menurutnya tidak banyak yang disita oleh Kejari Kota Bandung.

Sebelumnya pada hari Sabtu tanggal 15 Juni 2024, melalui  rilisnya yang diterima indofakta.com media Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Baladhika Adhyaksa Nusantara disingkat LSM BAN, Yunan Buwana, S.E, S.H menyampaikan adanya laporan masyarakat atas dugaan gratifikasi dan janji oleh oknum  Camat dan Oknum Pokja berinisial R atas paket lelang kantor kecamatan Sukajadi di Kota Bandung.

Berawal adanya pengaduan masyarakat yang memberikan bukti bukti awal terjadi indikasi antara oknum ASN dengan upaya menjanjikan sesuatu untuk kepentingan pribadinya dan terjadinya dugaan Gratifikasi terhadap oknum Camat dan Oknum Pokja berinisal R di BALAP Kota Bandung. (Y CHS/Konpers-KjriKBdg/RGB).

Bagikan:

© 2024 Copyright: Indofakta Online