25 Jul, 2024

Zelenskyy: "Dunia Jangan Menunggu Hingga Pilpres AS untuk Mengambil tindakan Terhadap Putin"

Indofakta.com, 2024-07-10 13:41:58 WIB

Bagikan:

Washington -- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pada hari Selasa (09/07), bahwa tindakan tegas harus diambil sebelum pemilihan presiden AS pada bulan November untuk menghalau serangan Rusia terhadap negaranya, dengan menyampaikan pidato di sela-sela KTT NATO yang bertujuan untuk meminta dukungan yang lebih besar dalam masa-masa yang sangat penting namun penuh gejolak dalam kalender politik Amerika. 
 

Baca juga: Biden Berjanji untuk ''Terus Berupaya Mengakhiri Perang di Gaza''

"Ini adalah waktunya untuk keluar dari bayang-bayang untuk membuat keputusan yang kuat untuk bertindak dan tidak menunggu bulan November atau bulan-bulan lainnya. Kita harus kuat dan tanpa kompromi bersama-sama," kata Zelenskyy. 

Berpidato di Washington empat bulan sebelum pemilu yang diliputi ketidakpastian baru setelah pertunjukan debat Presiden Joe Biden yang goyah, dia mengarahkan pesannya kepada Partai Republik, yang pemimpinnya yang tidak disukai NATO itu tampaknya berada dalam posisi yang kian membaik untuk memenangkan kembali kursi kepresidenan. 

Ia menambahkan bahwa presiden Amerika Serikat harus "tanpa kompromi dalam membela demokrasi, tanpa kompromi terhadap (Presiden Rusia Vladimir) Putin dan kroni-kroninya." 

Zelenskyy telah terbukti sebagai navigator hubungan internasional yang mahir dalam membela negaranya yang dilanda perang, membujuk secara terbuka dan terkadang dengan lantang melontarkan keluhan untuk mendapatkan bantuan militer yang dibutuhkan untuk mempertahankan negaranya dari Rusia.

Baca juga: Rusia Lakukan Latihan Peluncur Rudal Nuklir Jarak Jauh Kedua Bulan Ini

Perjalanan terakhir ke Washington ini dilakukan dengan latar belakang komitmen bantuan baru Biden pada hari Selasa sebelumnya mengumumkan bahwa puluhan sistem pertahanan udara akan dikirim ke Ukraina oleh sekutu-sekutu NATO, tetapi juga menjelang pemilihan umum yang dapat menghasilkan perubahan kekuasaan. Zelenskyy mengatakan bahwa ia berharap pemilihan umum tidak akan menghasilkan perombakan kebijakan.

Pemimpin Ukraina ini berusaha untuk meminimalisir potensi dampak dari kemungkinan kemenangan Donald Trump, yang merupakan seorang skeptis NATO dan telah mengkritik dukungan pemerintahan Biden untuk Kyiv selama perang Rusia di Ukraina. Zelenskyy menyampaikan pidato di Reagan Institute, yang mengambil nama dari ikon Partai Republik Ronald Reagan, dan permintaan dukungannya ditujukan kepada para petinggi GOP, termasuk Pemimpin Minoritas Senat Mitch McConnell. Zelenskyy akan bertemu dengan para anggota parlemen di Capitol Hill pada hari Rabu (10/07).

Baca juga: Italia Tuduh Pimpinan NATO Stoltenberg Berkhianat

"Saya berharap bahwa jika rakyat Amerika akan memilih Presiden Trump, saya berharap bahwa kebijakannya terhadap Ukraina tidak akan berubah," kata Zelenskyy dalam sebuah sesi tanya-jawab dengan pembawa acara Fox News, Bret Baier, setelah pidatonya. "Saya yakin Amerika Serikat tidak akan pernah keluar dari NATO."

Baca juga: Menurut Netanyahu, Israel Akan Menjadi Sekutu Utama AS, Siapapun yang Menggantikan Biden

Jika tidak, katanya, "dunia akan kehilangan banyak negara" yang "mengandalkan Amerika."

Zelenskyy, yang akan mengadakan pertemuan terpisah dengan Biden pada hari Kamis (11/07), mengatakan bahwa ia tidak mengenal Trump dengan baik tetapi memiliki pertemuan yang baik dengannya ketika ia masih menjabat sebagai presiden. Namun, ia mencatat bahwa mereka tidak melalui perang Rusia-Ukraina bersama-sama, dan hanya selama pengalaman bersama seperti itu seseorang dapat memahami "apakah Anda dapat mengandalkan seseorang atau tidak." (Az)

 

Sumber:https://apnews.com/article/zelenskyy-ukraine-nato-summit-russia-war-7f6a042e323af10e0425239ea5a023c3

Bagikan:

© 2024 Copyright: Indofakta Online