25 Jul, 2024

Kepala Politik Luar Negeri Uni Eropa Mengecam Serangan Terbaru Israel Terhadap Sekolah PBB di Gaza

Indofakta.com, 2024-07-09 08:31:34 WIB

Bagikan:

PBB -- Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa pada hari Senin (08/07) mengecam serangan terbaru Israel terhadap sekolah PBB di Gaza.

Baca juga: Menurut Netanyahu, Israel Akan Menjadi Sekutu Utama AS, Siapapun yang Menggantikan Biden

Mengatakan bahwa dia terkejut dengan serangan terhadap sekolah badan PBB yang mengurusi pengungsi Palestina (UNRWA), Josep Borrell mengatakan di X: "Warga sipil harus dilindungi setiap waktu. Gedung-gedung PBB tidak boleh disalahgunakan, atau menjadi sasaran serangan."

Baca juga: Kamala Harris Mulai Kampanye Pencalonan Presiden 2024

Ia juga mendesak Hamas dan Israel untuk menyetujui gencatan senjata.

Baca juga: Oscar Piastri Cetak Kemenangan Sensasional: McLaren Dominasi GP Hungaria dengan Finis Satu-Dua

Pada hari Sabtu (06/07), militer Israel mengklaim bahwa mereka menargetkan para pejuang Hamas di dalam sekolah Al-Jaouni di Nuseirat. Serangan ini dilaporkan menewaskan 16 orang Palestina dan melukai 50 orang lainnya.

Selama perang di Gaza, karena tidak memiliki tempat berlindung lainnya, banyak warga sipil Palestina yang mencari tempat berlindung yang aman di dalam sekolah.

Baca juga: Biden Mundur Dari Bursa Calon Presiden AS 2024 Setelah Terjadi Debat Sengit yang Memicu Masalah Usia

Selama serangannya ke Gaza, yang kini memasuki bulan kesembilan, Israel telah berulang kali menyerang fasilitas-fasilitas sipil seperti sekolah, rumah sakit, dan tempat ibadah. Di bawah aturan perang, fasilitas-fasilitas seperti itu adalah terlarang untuk diserang, yang dapat dianggap sebagai kejahatan perang.

Melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera, Israel telah menghadapi kecaman internasional di tengah berlanjutnya serangan brutal di Gaza sejak serangan 7 Oktober 2023 oleh kelompok Palestina Hamas.

Lebih dari 38.000 warga Palestina telah terbunuh, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan hampir 88.000 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.

Sembilan bulan setelah perang Israel, sebagian besar wilayah Gaza berada dalam reruntuhan di tengah-tengah blokade makanan, air bersih, dan obat-obatan yang sangat melumpuhkan.

Israel dituduh melakukan genosida di Pengadilan Internasional, yang keputusan terakhirnya memerintahkan untuk segera menghentikan operasi militernya di kota selatan Rafah, di mana lebih dari satu juta penduduk Palestina mencari perlindungan dari perang sebelum diserang pada tanggal 6 Mei. (Az)

Sumber:https://www.anews.com.tr/world/2024/07/08/eu-foreign-policy-chief-slams-latest-israeli-attack-on-un-

Bagikan:

© 2024 Copyright: Indofakta Online