25 Jul, 2024

Pemkab Paluta Gelar Rembuk Stunting, Ini Pesan Pj Bupati Patuan

Indofakta.com, 2024-07-02 15:51:15 WIB

Bagikan:

PALUTA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Lawas Utara (Paluta) menyelenggarakan acara Rembuk Stunting Kabupaten Padang Lawas Utara di Gedung Serbaguna Kantor Bupati Padang Lawas Utara, Selasa (02/07/2024).

Baca juga: Pemkab Simalungun Serahkan SK Pengangkatan dan Lantik 1.162 ASN PPPK di Lingkungan Pemkab Simalungun Tahun 2024, Gelombang Ke Tiga

Acara tersebut dihadiri Penjabat (Pj) Bupati Padang Lawas Utara Patuan Rahmat Syukur P. Hasibuan, S.STP., MM., Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Utara yang diwakili oleh Sekretaris BKKBN Yusrizal Batubara, S.Sos., Ketua DPRD Kabupaten Padang Lawas Utara Mukhlis Harahap, S.Hi., M.Si., Kepala Kejaksaan Negeri Padang Lawas Utara Hartam Ediyanto, SH., M.Hum., Kakan Kemenag Paluta Drs. H. Safiruddin Harahap, M.Pd., Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Lawas Utara Makmur Harahap, ST., MM., Pabung Paluta 0212/TS Mayor Inf. Takbir Dahalu, Kapolsek Padang Bolak AKP Harun Manurung, S.H., Para Asisten dan Staf Ahli, Pimpinan OPD, Camat se Kabupaten Padang Lawas Utara Ketua Baznas Kabupaten Padang Lawas Utara, Tim LGCB ASR Aksi Konvergensi Stunting Provinsi Sumatera Utara, Pimpinan Intansi Vertikal, BUMN, Pimpinan Perguruan Tinggi, Organisasi Profesi Kesehatan dan Perusahaan Swasta, Kepala Puskesmas, Koordinator Balai Penyuluh KB Kecamatan, Kepala Desa/Lurah Lokus Stunting, Satgas Stunting Kabupaten Padang Lawas Utara, dan tamu undangan lainnya.

Baca juga: Sambut Hari Anak Nasional, Satgas Yonif 310/KK Peduli Generasi Emas Papua

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (P3AP2KB) Hasbullah Harahap, S.Sos., MM., dalam laporannya menjelaskan bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), stunting mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak, jika anak terlahir sehat tumbuh dengan baik dan didukung oleh pendidikan yang berkualitas maka mereka akan menjadi generasi yang menunjang kesuksesan pembangunan bangsa.

Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Utara yang diwakili oleh Sekretaris BKKBN Yusrizal Batubara, S.Sos., dalam sambutannya menyampaikan bahwa upaya penanganan penurunan stunting harus dilakukan sedini mungkin, untuk menghindari dampak jangka panjang yang sangat merugikan, yang menyebabkan keterlambatan tumbuh kembang, yang akan mempengaruhi perkembangan otak dan tingkat kecerdasan anak yang tidak maksimal, sehingga berisiko menurunkan produktivitas pada saat dewasa, menjadikan anak lebih rentan terhadap penyakit dan akan beresiko lebih tinggi menderita penyakit kronis dimasa dewasa pada nantinya.

Baca juga: Ariston Tua Siauruk Mengajak Bagi yang Peduli Berbagi Air Bersih Dimusim kemarau di Samosir

Penjabat (Pj) Bupati Padang Lawas Utara Patuan Rahmat Syukur P. Hasibuan, S.STP., MM., dalam sambutannya menyampaikan bahwa upaya percepatan penurunan stunting perlu menyasar penyebab langsung dan tidak langsung terjadinya stunting, melalui pendekatan menyeluruh yang mencakup intervensi spesifik dan intervensi sensitif diperlukan satu kesatuan yang terintegrasi mulai dari seluruh OPD, Camat, Kepala Desa, mitra kerja dan para pelaku usaha hingga elemen masyarakat lainnya, intervensi spesifik merupakan kegiatan yang langsung mengatasi terjadinya stunting seperti asupan makanan, infeksi, status gizi ibu, penyakit menular, dan kesehatan lingkungan, yang umumnya ditangani oleh sektor kesehatan.
intervensi sensitif mencakup: (a) peningkatan penyediaan air bersih dan sarana sanitasi; (b) peningkatan akses dan kualitas pelayanan gizi dan kesehatan; (c) peningkatan kesadaran, komitmen dan praktik pengasuhan gizi ibu dan anak; serta (d) peningkatan akses pangan bergizi, intervensi gizi sensitif umumnya dilaksanakan di luar Kementerian Kesehatan.

Baca juga: Disdikpora Memperingati Hari Anak Nasional Kabupaten Samosir 2024

Beliau juga mengatakan upaya percepatan penurunan stunting pada acara Rembuk Stunting Kabupaten Padang Lawas Utara Tahun 2024 salah satunya dalam bentuk komitmen bersama untuk menyusun, merencanakan dan melaksanakan kegiatan upaya penanganan intervensi oleh semua sektor terkait untuk pencapaian prevalensi stunting dari 21,80% pada tahun 2023 turun minimal menjadi 14% di tahun 2024, kerja keras dan kerja sama terintegrasi sangat diharapkan untuk pencapaian tersebut.

"Saya kembali sampaikan kepada mitra kerja TPPS seperti PT. TN, PT. ANJ, PT. BAS dan Bank Sumut yang hadir, agar bersama-sama dengan Pemkab Paluta untuk terlibat menurunkan prevalensi stunting melalui bentuk program atau kegiatan Bapak Asuh Anak Stunting yang menyasar langsung kepada sasaran" ujar Bupati.(dar)

Bagikan:

© 2024 Copyright: Indofakta Online