14 Jul, 2024

Jatanras Reskrim Polrestabes Medan Ringkus Seorang Komplotan Pengganjal Mesin ATM

Indofakta.com, 2024-06-29 17:05:40 WIB

Bagikan:

MEDAN -- Tim Jatanras  Reskrim Polrestabes Medan membongkar kasus kejahatan pencurian dengan modus mengganjal kartu mesin ATM yang sudah 16 kali terjadi di Kota Medan.  Namun kali ini seorang komplotan dan juga residivis bernama Efendi Syahputra (30) warga Jalan Letda Sujono, Gang Bidan, Kelurahan Tembung, Kecamatan Medan Tembung berhasil  disergap polisi.

Baca juga: Atur Sejumlah Proyek Lelang Di UPBJ Pemkot Bandung, Kejari Lakukan Penggeledahan Masuk Tahap Penyidikan


"Pelaku ditangkap bersembunyi di kawasan Jalan Jermal 16, Gang Gabe Medan, " ucap  Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Teddy John Sahala Marbun SH MHum didampingi Kasat Reskrim Kompol Jama Kita Purba dan Kasi Humas Iptu Ade Nizar Nasution kepada wartawan, Sabtu (29/6/2024) sore.

Baca juga: Preman Bersenjatakan Kelewang Serang Warga Kampung Kompak Jalan H Anif, Puluhan Orang Luka - luka


Kata dia, penangkapan kepada pelaku uang juga masuk target operasi (TO) berkat laporan korban Geby Septian Handayani (19) warga Aceh Tengah.

Baca juga: Tim Jam Intelijen Kejagung Kunjungan Kerja di KPU dan Bawaslu Provinsi Maluku


Dari pelaku itu petugas menyita barang bukti  1 buah kipas angin dibeli pelaku menggunakan uang dan hasil uang pencurian, 1 buah magic com dibeli pelaku menggunakan uang dari hasil uang pencurian dan 20 buah ATM berbagai jenis Bank milik pelaku.

Baca juga: Curigai Dugaan Tipikor, Kejari Kota Bandung Geledah Kantor Balap Pemkot Bandung Dan Kediaman Anggota Pokja


Kronologis kejadiannya dan penangkapannya terjadi pada hari Sabtu tanggal 1 Juni 2024, sekira pukul 15 00 WIB, pelaku bersama dengan Nanda Alias Pay. berangkat dengan menggunakan sepeda motor pergi dari rumah dan berniat untuk melakukan aksi pencurian di ATM, dengan modus mengganjal ATM, pelaku telah mempersiapkan peralatan untuk mengganjal ATM.


Kemudian, pelaku bersama dengan temannya berkeliling mencari sasaran yang sepi, hingga tiba di Jalan  Perhubungan tepatnya ATM Indomaret Laut Dendang, Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Simpang Beo.


Kemudian pelaku langsung masuk ke dalam Indomaret mengarah ke mesin ATM pada saat situasi sepi, memasukkan tusuk gigi ke dalam mulut ATM dan mematahkan ujungnya, selanjutnya meninggalkan lokasi dan berada tidak jauh lokasi ATM menunggu korban yang akan menggunakan ATM.


Dan korban pun hendak mengambil uang melalui ATM tersebut. Ternyata ATM korban bermasalah dan tidak bisa diambil lagi. Selanjutnya pelaku membantu dan berbicara kepada korban lihat jangan dipaksakan.


Kemudian pelaku menyuruh korban memasukan PIN milik korban, dan tangan korban yang memencet, di sinilah pelaku menghapal nomor PIN korban yang tampil dilayar, kemudian pelaku menyuruh korban untuk memasukan kembali kartunya ke dalam mulut ATM namun tetap tidak bisa, kemudian pelaku meminta kartu ATM korban.


Dan pelaku langsung dalam gerakan cepat mengganti mengganti kartu ATM korban yang serupa dengan kartu yang telah disiapkan dan pelaku langsung memasukan kartu ATM tersebut. Selanjutnya pelaku langsung pergi dari lokasi setelah korban bertransaksi. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian Rp 650.000.


Selanjutnya, dilakukan penangkapan pada hari Rabu tanggal 20 Jun 2024 sekitar pukul 16.00 WIB,  Tim Jatanras Polrestabes Medan mendapatkan informasi bahwasanya pelaku berada di Jalan Jermal 16, Gang Gabe di rumah kontrakan. Selanjutnya petugas melakukan penangkapan di TKP.


"Pelaku ditangkap dan tidak melawan. Tersangka juga melanggar Pasal 363 Ayat (3) KUHpidana dengan ancaman 9 tahun penjara," jelas Kombes Teddy.


Dari keterangan yang diperoleh tersangka bermain dengan Nanda yang masih DPO dan masih diburu petugas. Dari keterangan tersangka juga surga bermain sebanyak 16 kali berbagai TKP di Kota Medan.


Lanjut Kombes Teddy, diharapkan juga kepada masyarakat Medan berhati - hati kalau melakukan transaksi melalui ATM yang ada di tempat lain dan harus mencurigai ATM yang bermasalah tersebut. Jangan muda percaya kepada orang yang pura - pura membantu namun ingin menguras uang yang ada di ATM. Sebab ATM tersebut tertelan di ATM tersebut.(dar)

Bagikan:

© 2024 Copyright: Indofakta Online