25 Jul, 2024

Korban UOB Kay Hian Sekuritas Tunggu Kepastian Hukum dari Polda Metro Jaya

Indofakta.com, 2024-06-20 10:23:30 WIB

Bagikan:

JAKARTA -- Sebanyak 13 korban dari kasus UOB Kay Hian Sekuritas yang telah memberikan kuasa kepada LQ Indonesia Lawfirm masih menunggu kepastian hukum dan tindak lanjut dari Penyidik Fismondev Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai 52 Miliar.

Baca juga: Pada HBA Ke-64, Kajati Jabar Sampaikan Tujuh Perintah Harian Jaksa Agung Rl Tahun 2024

LQ Indonesia Lawfirm telah melaporkan kasus ini ke polisi dengan dua laporan yang menyasar UOB Kay Hian Sekuritas dan seorang oknum berinisial AVM, yang bertindak sebagai wakil UOB, atas dugaan penggelapan dana mereka.

Baca juga: Rangkaian Peringati HBA Ke-64 Tahun 2024 Kajati Jabar Pimpin Acara Tabur Bunga Di Taman Makam Pahlawan

Kasus ini bermula ketika para korban ditawari untuk membeli obligasi melalui UOB Sekuritas oleh AVM. Karena mempercayai reputasi UOB, mereka mentransfer uang ke rekening atas nama UOB Kay Hian Sekuritas untuk pembelian obligasi tersebut. Namun, uang itu tidak digunakan untuk membeli obligasi dan ketika diminta kembali, dana tersebut tidak dikembalikan. Baik AVM maupun UOB Kay Hian Sekuritas saling lempar tanggung jawab dan tidak ada yang bersedia mengganti kerugian.

"Saya mentransfer uang ke rekening atas nama UOB Kay Hian Sekuritas untuk membeli obligasi, tetapi obligasi tersebut tidak pernah dibeli dan uang saya hilang tanpa kejelasan. Saya memohon kepada Kapolda Metro Jaya untuk menegakkan hukum dan memproses laporan polisi kami terhadap UOB Sekuritas. Saya berharap Kapolda Metro berani menegakkan hukum," ungkap Ibu S, salah satu korban.

Baca juga: Polda Jabar Limpahkan Dua Tersangka Kasus Dago Elos Ke Kejaksaan

Nathaniel, kuasa hukum LQ Indonesia Lawfirm, menambahkan bahwa tidak mungkin rekening atas nama UOB Kay Hian Sekuritas bisa dibuka tanpa persetujuan dan sepengetahuan direksi UOB.

Baca juga: Dede Farhan Aulawi Jadi Narasumber Seminar Dharma Wanita di Lapas Kelas IIA Cikarang Jawa Barat

"UOB Kay Hian juga harus bertanggung jawab atas segala yang terjadi pada rekening tersebut. Saya percaya Kapolda Metro Jaya akan membantu masyarakat dan memberikan keadilan bagi para korban," ujarnya pada Kamis (20/6/2024).

LQ Indonesia Lawfirm yang mendampingi para korban ini berhadapan dengan Kantor Hukum Lucas yang mewakili UOB Kay Hian.

Perkara ini baru saja digelar minggu lalu di Wasidik Polda Metro Jaya, dan rencana tindak lanjut penyidik adalah memeriksa saksi-saksi, terutama saksi bank, untuk kemudian melanjutkan gelar perkara ke tahap penyidikan.(MSN)

Bagikan:

© 2024 Copyright: Indofakta Online