14 Jul, 2024

Prawita Genppari Bicara Keindahan Panorama Gunung Rinjani di Lombok NTB

Indofakta.com, 2024-05-20 04:28:55 WIB

Bagikan:

Oleh : Dede Farhan Aulawi

Baca juga: KEAJAIBAN DUNIA PPDB: CUCI RAPORT HINGGA PEMALSUAN PRESTASI?

“Prawita Genppari sebagai organisasi pegiat wisata yang konsen dan konsisten dalam pengembangan potensi wisata di tanah air. Minat dan daya dorong pengabdian yang luar biasa, terus melakukan eksplorasi secara mendalam sampai ke lokasi – lokasi wisata yang dianggap ekstrim ditanah air. Salah satunya adalah ekspedisi ke puncak gunung Rinjadi yang terletak di Lombok, provinsi Nusa Tenggara Barat. Gunung Rinjani ini merupakan salah satu ikon dari Keindahan alam Indonesia. Tidak heran Rinjani menarik banyak wisatawan mancanegara untuk mendakinya dan melihat langsung keindahan yang sangat mempesona tersebut. Selain itu Gunung Rinjani merupakan salah satu spot terindah dan diincar oleh banyak fotografer karena medannya untuk mendaki terbilang sulit dan butuh persiapan yang matang. Dibutuhkan banyak persiapan dan perlengkapan untuk bisa mendaki dengan nyaman."

Baca juga: IKN Konsep Perpaduan Kota Berbasis Teknologi dan Berwawasan Lingkungan

Saya sendiri memiliki latar belakang sebagai pecinta alam yang memang menyukai keluar masuk hutan, dan naik turun gunung. Minatnya semakin tersalurkan saat dirinya aktif di organisasi pecinta alam SMAN 1 Tasikmalaya yang bernama PHIPETALA. Ketika mendengar Gunung Rinjani yang terbayang adalah keindahan gunung ini dan cerita-cerita seru selama pendakian, tidak heran Gunung Rinjani merupakan sebuah gunung yang esksotis dan sebuah ikon di Pulau Lombok, NTB. Gunung ini merupakan gunung api tertinggi ke-2 di Indonesia, setelah Gunung Kerinci di Tanah Sumatera.

Gunung Rinjani terletak di 3 (tiga) wilayah kabupaten di Lombok, yakni Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur dan masih berstatus gunung api aktif sampai sekarang. Aktivitas Rinjani terakhir terjadi pada tahun 2010 yang melontarkan lava dan meterial vulkanik lainnya hingga area sejauh 5,5 km.

Baca juga: Pusdiklat Prawita Genppari Gelar Pelatihan Adakan Asisten Pribadi Yang Profesional

Saya dan Tim sudah sejak lama ingin sekali untuk mendaki Gunung Rinjani ini. Namun mengingat beratnya medan dan persiapan fisik yang membuat harus tertunda dan akhirnya datang juga kesempatan untuk mendaki Gunung Rinjani pada hari jum’at 17 Mei 2024. Alamnya yang kaya dengan keanekaragaman hayati, medannya yang menantang, serta panorama alamnya spektakuler menjadi rangkaian daya tarik dari gunung ini.

Baca juga: Membuka Cakrawala Keamanan Perusahaan, Pelatihan "CORPORATE INTELLIGENCE" Semakin Diminati

Puncak Gunung Rinjani, panorama alamnya yang spektakuler serta medannya yang menantang adalah daya tarik utama bagi para pendaki gunung. Selain itu, di kawasan ini juga terdapat Danau Segara Anak, sumber mata  air panas berikut air terjunnya, sebagai daya tarik lainnya. Kawasan Rinjani menjadi habitat ragam flora dan fauna serta fenomena alam yang dapat menjadi sumber plasma nutfah dan sangat berguna untuk pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan hingga penelitian.

Dari sisi flora, kawasan ini memiliki sejumlah flora endemik Nusa Tenggara, seperti Vernonia Albiflora, Vernonia Tengwalii dan beberapa jenis anggrek atau Peristylus Rintjaniensis dan Peristylus Lombokensis. Sementara pada sisi fauna, selain menjadi habitat kawanan babi hutan atau us Scrofa, kera abu-abu atau acaca Fascicularis), Lutung atau Tracyphitecus Auratus Cristatus, Trenggiling atau Manis javanica, Musang  Rinjani atau Paradoxurus- Hermaproditus Rhindjanicus, Leleko atau Congkok atau Felis Bengalensis Javanensis, Rusa Timor atau Cervus Timorensis Floresiensis dan Landak atau Hystrix javanica.

Di sini juga terdapat beberapa jenis burung diantaranya Punglor Kepala Hitam atau Zootera Doherty, Koakiau atau Philemon Buceroides Neglectus, Kakatua Jambul Kuning atau Cacatua Shulphurea Parvula, Isap Madu Topi Sisik atau Lichmera Lombokia), Punglor Kepala Merah atau Cootera Interpres, Perkici Dada Merah atau Trichoglossus Haematodus. Walaupun secara ketika pendakian kita jarang menjumpai hewan hewan ini, tetapi tercatat hewan hewan di atas masih ditemukan.

Untuk pendaki yang ingin mencoba pendakian ini sebaiknya melakukan latihan fisik minimal 3 (tiga) minggu sebelum kedatangan, agar stamina dan kebugaran saat mendaki benar - benar baik. Siapkan segalanya, dan anda pasti tidak akan menyesal saat melihat keindahan alamnya. Capeknya fisik akan terbayarkan, saat alam memanjakan mata dan memberi seribu jenis keindahan panoramanya. (Y CHS)

Bagikan:

© 2024 Copyright: Indofakta Online