14 Jul, 2024

Arkeolog Menemukan 'Keajaiban' di Makam Mesir Kuno

Indofakta.com, 2024-05-14 14:49:38 WIB

Bagikan:

Mesir -- Dibawah pengawasan Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir, 
di bagian bawah sebuah kuil di kota kuno Taposiris Magna yang telah diruntuhkan, para arkeolog menemukan terowongan yang sangat luas, yang oleh para ahli disebut sebagai "keajaiban geometris".

Baca juga: KEAJAIBAN DUNIA PPDB: CUCI RAPORT HINGGA PEMALSUAN PRESTASI?

Struktur ini ditemukan 13 meter (43 kaki) di bawah tanah oleh Kathleen Martinez dari Universitas Santo Domingo di Republik Dominika dan rekan-rekannya saat melakukan penggalian lanjutan di kuil tersebut. Terowongan setinggi 2 meter telah digali melalui batu pasir setinggi 1.305 meter (4.281 kaki).

Baca juga: IKN Konsep Perpaduan Kota Berbasis Teknologi dan Berwawasan Lingkungan

Menurut Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir, desain terowongan ini mirip dengan Terowongan Eupalinos sepanjang 1.306 meter, sebuah saluran air dari abad ke-6 SM di pulau Samos, Yunani, yang sering disebut sebagai keajaiban arsitektur.

Baca juga: Pusdiklat Prawita Genppari Gelar Pelatihan Adakan Asisten Pribadi Yang Profesional

Tujuan terowongan ini sampai sekarang masih belum diketahui kepastiannya, dengan sebagian terowongan terendam air.

Martinez, yang telah meneliti Taposiris Magna sejak tahun 2004 untuk mencari makam Cleopatra VII yang hilang, meyakini bahwa terowongan ini merupakan petunjuk yang menjanjikan.

Baca juga: Membuka Cakrawala Keamanan Perusahaan, Pelatihan "CORPORATE INTELLIGENCE" Semakin Diminati

Taposiris Magna didirikan sekitar tahun 280 SM oleh Ptolemeus II, putra jenderal terkenal Alexander Agung dan salah satu leluhur Cleopatra.

Tim peneliti meyakini bahwa kuil ini didedikasikan untuk dewa Osiris dan ratunya dewi Isis yaitu dewa yang memiliki hubungan yang kuat dengan Cleopatra. Patung-patung Isis, serta koin-koin bertuliskan nama dan kemiripan dengan Cleopatra dan Alexander Agung, telah ditemukan di sana.

Penelitian di waktu mendatang dapat memberi lebih banyak informasi mengenai apakah terowongan baru ini dapat mengarah ke makam yang telah lama hilang ini.

Langkah penelitian selanjutnya adalah menjelajahi Laut Mediterania di dekatnya. Antara tahun 320 dan 1303 Masehi, serangkaian gempa bumi menghantam pantai, menyebabkan sebagian kuil runtuh dan ditelan ombak. Penggalian sebelumnya telah mengungkap jaringan terowongan yang membentang dari Danau Mariout ke Laut Tengah.

Terowongan ini telah membuahkan temuan-temuan yang sangat berharga, seperti balok batu kapur berbentuk persegi panjang dan pecahan tembikar.

Pada tahun 2009, Menteri Kebudayaan Mesir saat itu, Zahi Hawass, mengatakan, "Jika kita menemukan makam Cleopatra dan Mark Antony, maka ini akan menjadi penemuan terpenting di abad ke-21". (Why/indy)

Bagikan:

© 2024 Copyright: Indofakta Online