14 Jul, 2024

Nasa Umumkan Penemuan "Bumi Super" Yang Mengorbit di Dalam Zona Layak Huni

Indofakta.com, 2024-02-07 13:03:23 WIB

Bagikan:

Nasa -- Para ilmuwan NASA yang mengoperasikan Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) mengumumkan bahwa mereka telah mendeteksi tanda-tanda adanya "Bumi Super" yang mengorbit di dalam zona layak huni bintang induknya. Planet yang baru ditemukan, yang diperkirakan berukuran sekitar satu setengah kali ukuran Bumi dan diberi nama TOI-715 b, hanya berjarak 137 tahun cahaya, menjadikannya bagian dari lingkungan kosmik lokal kita.

Baca juga: Prediksi Perebutan Tempat Ketiga Copa America 2024, Kanada Vs Uruguay

Mengingat lokasi bintang induk planet ini yang relatif dekat dengan Bumi dan lokasinya yang berada di zona layak huni bintang, tim peneliti di balik penemuan ini percaya bahwa TOI-715 b merupakan kandidat utama untuk pengamatan lebih lanjut, termasuk kemungkinan penelitian menggunakan James Webb Space Telescope (JWST) untuk mencari tanda-tanda kehidupan di luar Bumi di atmosfernya.

Baca juga: Viktor Orban Puji Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam Menengahi Kesepakatan Perdagangan Komoditas antara Rusia dan Ukraina

Pengumuman yang sama juga menyebutkan kalau ada kemungkinan planet kedua seukuran Bumi yang juga berada di zona layak huni bintang yang sama.

Baca juga: Norwegia Janjikan Bantuan Dana 1,4 Triliun Rupiah untuk Pertahanan Udara Ukraina

Tidak seperti Bumi yang mengorbit bintang deret utama yang kita kenal sebagai Matahari, TOI-715b mengorbit bintang katai (mungil/kecil) merah. Menurut siaran pers dari NASA, fakta bahwa TOI-715b mengorbit bintang katai merah merupakan hal yang sangat penting dalam penemuannya.

Baca juga: AS Melanjutkan Pengiriman Bom ke Israel, Meski Ada Kekhawatiran Internasional

"Planet-planet ini mengorbit jauh lebih dekat daripada planet-planet yang mengitari bintang seperti Matahari," jelas mereka, "tapi karena bintang katai merah lebih kecil dan lebih dingin, planet-planet ini bisa mengitari bintang lebih dekat dan tetap berada di dalam zona layak huni bintang."

Dalam kasus ini, TOI-715b mengorbit induknya setiap 19 hari sekali, sehingga TESS bisa mengamati keredupan bintang setiap kali planet tersebut melintas di antara bintang dan Bumi. Dijuluki metode transit, proses ini telah memfasilitasi sebagian besar penemuan exoplanet.

Para peneliti mencatat kalau metode ini bekerja paling baik ketika cahaya bintang induk cukup redup untuk bisa dilihat oleh teleskop, dan ini terjadi pada banyak bintang katai merah. Meskipun demikian, mereka mengingatkan kalau metode ini memiliki keterbatasan.

"Mengamati transit seperti itu untuk, katakanlah, planet seukuran Bumi yang mengitari bintang serupa Matahari (dan menunggu satu tahun Bumi, 365 hari, untuk bisa melihat transit berikutnya) tidak mungkin dilakukan oleh teleskop-teleskop antariksa yang ada saat ini," jelas mereka.

Para peneliti juga menunjukkan bahwa TOI-715b tidak hanya berada di dalam zona layak huni bintang, tapi Bumi Super ini juga berada di dalam zona layak huni "konservatif". Penentuan ini secara signifikan meningkatkan kemungkinan adanya air di permukaan planet, yang menurut para ahli astrobiologi juga akan meningkatkan peluang untuk menemukan kehidupan asing.

Pada saat ini, para peneliti mengatakan bahwa mereka tidak memiliki informasi yang cukup untuk menentukan apakah planet tersebut merupakan planet kering dan berbatu seperti Venus atau Mars, atau apakah planet tersebut memiliki kandungan air yang cukup untuk diklasifikasikan sebagai "dunia air". Namun, mereka mencatat bahwa jika TOI-715b memiliki massa jenis yang tepat dan karakteristik lainnya, alat seperti JWST dapat diarahkan ke sana dan berpotensi mengungkap apakah planet tersebut memiliki atmosfer atau bahkan mungkin tanda kimia kehidupan di luar Bumi.

"Instrumen-instrumen ruang angkasa terbaru, termasuk yang ada di dalam Teleskop Luar Angkasa James Webb milik NASA, dirancang tidak hanya untuk mendeteksi keberadaan planet-planet yang jauh, tapi juga untuk mengungkap karakteristiknya," jelas mereka. "Itu termasuk komposisi atmosfernya, yang bisa memberikan petunjuk tentang kemungkinan adanya kehidupan."

Mengenai planet lain yang mungkin berada di zona layak huni konservatif sistem bintang yang sama, para peneliti mengatakan bahwa mengkonfirmasi keberadaannya akan menandai tonggak penting dalam pencarian planet mirip Bumi yang berpotensi mendukung kehidupan.

"Jika planet kedua yang mungkin seukuran Bumi di sistem ini juga dikonfirmasi, maka ia akan menjadi planet zona layak huni terkecil yang ditemukan oleh TESS sejauh ini," kata mereka.(Why/thedebrief)

Sumber:https://thedebrief.org/nasa-announces-discovery-of-a-cosmically-close-super-earth-orbiting-within-it

Bagikan:

© 2024 Copyright: Indofakta Online