28 Feb, 2024

Cina Mengecam AS Atas Tuduhan Fitnah Keamanan Siber

Indofakta.com, 2024-02-02 08:25:38 WIB

Bagikan:

Beijing -- Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Kamis(01/2) mengatakan bahwa Tiongkok menghimbau Amerika Serikat untuk menghentikan spionase dan serangan siber di seluruh dunia, dan berhenti mencemarkan nama baik negara lain dengan alasan keamanan siber.

Baca juga: Anggota Parlemen Inggris Diskors Setelah Menuduh Wali Kota London Dikendalikan oleh Kelompok Islamis

Juru bicara Wang Wenbin menyampaikan pernyataan tersebut pada konferensi pers reguler sebagai tanggapan atas pertanyaan terkait.

Baca juga: Maroko Tegaskan Komitmennya Mendukung Palestina di Mahkamah Internasional

Wang mencatat bahwa Tiongkok dengan tegas menentang segala bentuk serangan siber dan menindak praktik-praktik tersebut sesuai dengan hukum.

Dia mengatakan bahwa Amerika Serikat mengambil kesimpulan yang tidak beralasan karena tidak adanya bukti yang valid, dan telah memfitnah serta melontarkan tuduhan yang tidak berdasar terhadap Tiongkok. "Ini sangat tidak bertanggung jawab dan merupakan pemutarbalikan fakta."
“Tiongkok dengan tegas menentang hal ini,” kata Wang.

Baca juga: Fosil 'Naga Cina' Berusia 240 Juta Tahun yang Menakjubkan Diungkap Oleh Para Ilmuwan

Amerika Serikat sendiri adalah asal dan pelaku terbesar serangan siber, kata Wang, seraya mencatat bahwa Komando Pasukan Siber AS secara terbuka menyatakan bahwa infrastruktur penting negara lain adalah target yang wajar unutk serangan siber AS.

Baca juga: Iran Kirim Ratusan Rudal Balistik Ke Rusia Ketika Pertahanan Ukraina Goyah

Wang mengatakan bahwa sejak tahun lalu, badan keamanan siber Tiongkok telah merilis laporan yang mengungkap serangan siber pemerintah AS yang telah berlangsung lama terhadap infrastruktur penting Tiongkok. Kebijakan dan praktik yang tidak bertanggung jawab tersebut telah mengekspos infrastruktur penting global pada risiko yang sangat besar, kata juru bicara tersebut.

“Kami mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan mata-mata siber dan serangan siber di seluruh dunia, dan berhenti menjelek-jelekkan negara lain dengan alasan keamanan siber,” kata Wang.(Why/en)

Sumber:https://en.people.cn/n3/2024/0202/c90000-20129820.html

Bagikan:

© 2024 Copyright: Indofakta Online