25 Jul, 2024

Berlanjut Fasilitasi Pemerintah bagi UMKM

Indofakta.com, 2023-10-24 07:31:37 WIB

Bagikan:

Jabar -- Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, gedung PLUT ini dibangun sebagai bagian fasilitasi bagi pelaku UMKM untukk mendapatkan konsultasi usaha, mulai dari pemilihan jenis usaha, akses permodalan hingga pengembangan produk.

Baca juga: Ekonomi Kreatif Butuh Pembinaan Berkesinambungan

Konsultasi usaha ini dinilai penting karena saat ini ada banyak usaha yang sejenisnsehingga kompetisi produk menjadi kurang seimbang.

Baca juga: Jimson Sitanggang Berjuang Meningkatkan Ekonomi Kerakyatan Di Samosir

Untuk itu, Teten menginginkan ada pengembangan potensi yang berbeda di masing-masing wilayah untuk diangkat UMKM.

Baca juga: Harga Saham Naik Tidak Selalu Ekonomi Makin Baik

“Jadi (pelaku UMKM) diarahkan punya potensi apa daerahnya, bisnisnya harus ke mana. Lalu bagaimana akses pembiayaan, mengembangkan produknya, _packaging_ -nya bagus sehingga usahanya juga berkembang,” sebut Teten.

“Jadi tempat ini jadi seperti inkubator. Pendampingan terus-menerus sampai mereka betul-betul bisa tumbuh dan berkembang dengan produk yang unggul. Setiap daerah kita harapkan punya keunggulan masing-masing, keunggulan domestik. Jangan semua seragam setiap daerah,” jelasnya.

Baca juga: Menparekraf Pada Grand Launching Wastukencana Resto & Cafe : Sangat Mengapresiasi Bayu Perwira Dan Faiz

Teten, dalam kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Bandung, baru-baru ini mengatakab hingga saat ini ada 87 PLUT di seluruh Indonesia. Rencananya, setiap PLUT akan dilengkapi dengan fasilitas kemasan untuk mempermudah akses pelaku UMKM mendapatkan pelatihan _packaging_. Selain itu, ada pula rumah produksi bersama yang dirancang menyerupai pabrik modern.

“Jadi dengan dua pendekatan itu mudah-mudahan nanti akan muncul UMKM-UMKM yang produknya bisa bersaing dengan industri,” kata Teten.

Terkait rumah produksi bersama, Teten menjelaskan bahwa di tahun 2023 ada delapan rumah produksi yang dibangun sebagai _pilot project_, dengan biaya pembangunan sekitar 12 sampai 15 miliar rupiah per unitnya.

Ditargetkan pada akhir 2023 ini rumah produksi sudah dapat dimanfaatkan pelaku UMKM. Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan secara merata di seluruh Indonesia.

“Itu bagian dari upaya kita untuk menyiapkan UMKM-nya, produknya berkualitas, lebih variatif, punya daya saing global,” pungkas Teten.(nr)

Bagikan:

© 2024 Copyright: Indofakta Online