14 Jul, 2024

Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Pemerintah Harus Lakukan Langkah Antisipatif

Indofakta.com, 2022-12-27 07:10:48 WIB

Bagikan:

KARAWANG, -- Akhir-akhir ini, bencana terjadi di mana-mana. Beragam bencana telah terjadi di beberapa daerah antara lain gempa, angin puting beliung, banjir dan lainnya. Bahkan, memasuki akhir tahun 2022 dan awal tahun 2023 potensi bencana masih ada. 
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, potensi ancaman bencana hidrometeorologi akan meningkat pada Januari 2023 bersamaan dengan meningkatnya aktivitas Monsoon Asia. Kemudian turun di bulan Februari, dan akan kembali meningkat di bulan Maret. Perkiraan ini, harus direspon oleh pemerintah .

Baca juga: Bupati Samosir Sambut Kunker Forkopimda Kabupaten Hulu Sungai Utara

Pemerintah harus melakukan antisipasi dengan menyiapkan langkah-langkah konkret dalam mengantisipasi bencana. "Warningnya sudah ada. Saya kira, pemerintah jangan tinggal diam. Apalagi akhir-akhir ini cuaca masih terlihat ekstrem," kata anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Ihsanudin, dalam keterangannya kepada media baru-baru ini.

Baca juga: Bupati Simalungun Himbau Penguna Jalan Agar Menyesuaikan Muatan dan Kelas Jalan


Ihsanudin, yang merupakan anggota DPRD dari Fraksi Gerindra ini mengatakan bencana sudah terjadi di beberapa daerah, selain di Cianjur yang terjadi gempa bumi, di Kabupaten Karawang pun 
baru-baru ini terjadi banjir dan angin kencang. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, rumah rusak hingga pohon tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang terjadi di 12 kecamatan dan 18 desa. Sebanyak 142 rumah rusak yang mengakibatkan 151 keluarga dengan 499 orang terdampak. Lalu sejumlah 14 pohon tumbang. Atas dampak tersebut kerugian yang ditaksir mencapai Rp342 juta. "Belum lagi daerah-daerah lain yang memiliki potensi bencana yang sama. Ini harus dijaga," paparnya.


Ihsanudin yang dikenal pro rakyat ini, meminta pemerintah daerah serius mengantisipasi potensi bencana. Jangan sampai, masyarakat banyak menjadi korban akibat bencana ini. Sosialisasi potensi cuaca ekstrem ini harus tersampaikan kepada masyarakat dan diedukasi bagaimana cara menyelamatkan diri ketika ada bencana. "Ini dilakukan untuk meminimalisir potensi korban ketika terjadi bencana," paparnya.

Baca juga: Kapolres Pakpak Bharat Pimpin Serah terima jabatan di lingkungan Polres Pakpak Bharat


Ihsanudin, yang juga Anggota DPRD dari daerah pemilihan Karawang dan Purwakarta ini juga menghimbau, di saat musim liburan saat ini, tidak berlibur ke tempat-tempat yang memiliki potensi bencana. "Selalu pantau perkembangan cuaca terkini, sehingga bisa liburan dengan nyaman dan aman," ucapnya.

Baca juga: Jelang Pilkada Serentak 2024, Pemkab Samosir Gelar Bimtek Optimalisasi dan Peranan Satgas Linmas

Menurut Ihsanudin hal yang tak kalah penting yang mesti dilakukan pemerintah adalah mensosilisasikan mitigasi bencana dan evakuasi ketika terjadi bencana. 
"Hal ini penting, jadi ketika terjadi bencana masyarakat yang ada di lingkungan bencana tahu apa yang mesti mereka lakukan, sehingga mampu menyelamatkan diri 
ke tempat yang lebih aman," terangnya.


Materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut lanjutnya, mengenai mitigasi yang harus dilakukan dalam rangka mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan akibat bencana. Serta penyampaian skenario apabila terjadi bencana. Menurutunya, potensi bencana alam seperti banjir, longsor, hingga gempa bumi bisa terjadi di mana saja. 


“Di Jawa Barat ini banyak daerah rawan bencana, terutama di dapil saya Karawang dan Purwakarta. Sehingga masyarakat harus mengetahui cara mitigasi hingga penanganan jika terjadi bencana," ujarnya.
Menurutnya, masyarakat waspada meskipun tengah sibuk bekerja. Jika terjadi bencana, diharapkan tidak panik dan segera melakukan evakuasi mandiri. "Yang paling utama selamatkan nyawa. Setelah itu, segera berkoordinasi dengan para pihak terkait dalam upaya penanganan darurat bencana. Hal-hal seperti ini bisa dilakukan ketika terjadi bencana dan masyarakat harus memahaminya untuk meminimalisir dampak risiko bencana," pungkasnya.(nur)

Bagikan:

© 2024 Copyright: Indofakta Online