25 Jul, 2024

Program Jabar Masagi Program Pendidikan Percontohan

Indofakta.com, 2022-11-25 06:42:05 WIB

Bagikan:

Jabar -- Provinsi Jawa Barat terus berkomitmen menciptakan sumber daya manusia yang memiliki budi pekerti luhur melalui pendidikan berbasis kearifan lokal Jabar Masagi.

Baca juga: Hari Ketiga MPLS di SMKN 1 Kota Bandung Ditinjau

Dengan pendidikan Jabar Masagi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap bisa memperkuat karakter anak didik berdasarkan tiga irisan budaya yang hadir di Jabar.

Baca juga: Di MPLS Tak Boleh Terjadi Kekerasan dan Perundungan

Jabar Masagi pun telah mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Direncanakan Program Jabar Masagi  direplikasi secara nasional.

Baca juga: Kegiatan Orientasi Sekolah Jangan Ada Praktek Perundungan

"Hari ini kita mendapat apresiasi dari Kemendikbudristek terkait tiga Program Merdeka Belajar, Literasi, Numerasi dan Karakter. Nomor tiganya, Jawa mBarat sangat siap," kata Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dalam salah satu kegiatan di Kota Bandung belum lama ini.

Baca juga: Keberanian dalam Perspektif Filosofis: Dialog Sokrates dalam Buku "Lakhes: Keberanian"

Program Jabar Masagi yang mulai diterapkan di Jawa Barat pada masa kepemimpinan Ridwan Kamil - Uu Ruzhanul Ulum ini menjadi sebuah percontohan pembelajaran berbasis budaya di berbagai daerah se-Indonesia.

"Nah, tadi Pak Dirjen (Iwan Syahril) menyampaikan karena kami sudah panjang eksperimentalnya, kalau berkenan bisa direplikasi sesuai kearifan lokal Nusantara, hingga ini menjadi sebuah percontohan," tuturnya.

Gubernur menjelaskan, dengan Program Jabar Masagi seluruh anak didik di Jawa Barat bisa memiliki pribadi yang menjunjung budi pekerti berbasis budaya.

"Ini usaha sudah berlangsung sejak 2018, yaitu menyiapkan sebuah kurikulum pendidikan karakter berbasis kearifan lokal irisan tiga budaya, sehingga anak-anak Jawa Barat bisa kuat mempunyai karakter berbasis budaya," ujarnya.

Gubernur  berharap dengan pendidikan Jabar Masagi bisa mengurangi permasalahan yang kerap kali terjadi di lingkungan sekolah.

"Tidak boleh ada perundungan kekerasan seksual, tidak boleh ada hal-hal yang menyangkut etika tata krama, semua dilatih dalam nilai-nilai Niti Surti, Niti Harti, Niti Bukti, dan Niti Bakti, yang sudah kita ajarkan di sekolah-sekolah," imbuh Kang Emil.

Dalam acara tersebut, Ridwan Kamil didampingi Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek Iwan Syahril menandatangani tugu tentang Model Pelajar Jabar Masagi yang berlandaskan Pancasila.

"Nah simbolisasinya dalam bentuk tugu tentang Model Pelajar Jabar Masagi yang Pancasilais itu ditunjukkan di dalam proses pengajaran," tandasnya.

"Titip pada orangtua, insya Allah _reugreug_ , tenang menitipkan bersekolah di Jawa Barat karena pendidikan karakternya kita latih juga secara serius," tutur Gubernur

Sementara itu Iwan Syahril menyebut Jabar Masagi menjadi teladan bagi wilayah lain di Indonesia.

"Jabar Masagi menjadi teladan untuk Indonesia. Pada kesempatan ini kita menyaksikan sebuah praktik baik bagaimana kearifan lokal menjadi sentral pembelajaran, dan saya rasa bisa menjadi sebuah inspirasi bagi kita semua," kata Iwan dalam sambutan.

Ia berharap pendidikan karakter berbasis budaya ini menjadi motor penggerak Program Merdeka Belajar, sehingga gerakannya bisa masif secara nasional.

"Bagaimana budaya seni kearifan lokal menjadi penggerak pembelajaran Merdeka Belajar. Ini bisa menjadi sebuah gerakan yang masif secara nasional," jelas Iwan.(nur)

Bagikan:

© 2024 Copyright: Indofakta Online