Sat,23 September 2017


LIMA SMA DI PADANG BAKAL PILOT PROJECT PROGRAM SPES

Indofakta 2016-08-01 22:45:47 Iptek
LIMA SMA DI PADANG BAKAL PILOT PROJECT PROGRAM SPES

PADANG -  DPRD Sumbar sosialisasi program SPES (Sistem pembelajaran elektronik sekolah) yang menggunakan sistem aplikasi LAN (local area network).
    

Ada lima sekolah bakal dijadikan pilot project dari program SPES (Sistem pembelajaran elektronik sekolah) yang menggunakan sistem aplikasi LAN (local area network), yakni SMA 1 Padang,SMA 6 Padang,SMA5,SMA 12 Padang,"kata Anggota DPRD Sumbar, Hidayat di Padang (1/8).
   

Ia menjelaskan, sistem pembelajaran SPES dengan sistem LAN itu, tidak lain untuk mempermudah para siswa SMA mendapatkan materi pelajaran secara elektronik, serta menghindari adanya transaksi dari jual beli LKS di sekolah.
  

"Konsep SPES ini nantinya berisikan materi pelajaran siswa di berbagai bidang studi. Seperti ada kontes e-book, video interaktif, termasuk juga kontes atlas tematik,"katanya.
   

Menurutnya, dalam pembelajaran dengan konsep ini, para siswa cukup hanya membawa laptop atau menggunakan laboratorium komputer di sekolah masing-masing yang dihubungi dengan sistem LAN, sudah bisa mengakses mata pelajaran yang diajarkan.
   

Misalnya untuk pelajaran atlas tematik, siswa bisa membuka konten itu secara lebih luas, jangankan Indonesia, akan tetapi dunia pun bisa mereka akses.
   

"Tidak hanya itu kontes atlas tematik ini pun memuat berbagai informasi menyangkut daerah yang sedang diakses, mulai dari karakteristik daerah dan penduduknya hingga menyangkut kebudayaan atau kesenian apa saja yang ada di daerah yang sedang dicari," ujar Hidayat Anggota komisi V DPRD Sumbar.
    

Adanya sistem pembelajaran SPES ini, menghindari para siswa tidak gagap teknologi. Sebab kemajuan informasi teknologi (IT) sudah tidak bisa dinaifkan. "Malah kita dituntut harus serasa dengan kemajuan IT sekarang ini,"ujarnya.
   

Hidayat mengakui, ide pembelajaran SPES ini muncul dari pokok pikirannya selaku anggota DPRD Sumbar yang membidangi pendidikan.
   

Soalnya dari berbagai kunjungannya ke sekolah di Sumbar, dirinya sering mendapati keluhan para siswa untuk mendapatkan buku materi pelajaran mereka. Selain itu, materi yang ada pada buku bidang studi mereka, tidak update lagi dengan kurikulum yang sedang berlaku.
   

Sementara itu Kepala Sekolah SMA 1 Padang, Nukman menyatakan, sistem pembelajaran SPES yang menggunakan sistem LAN ini cukup baik sekali bagi siswa.    "Ada yang kami khawatirkan selama ini jika metode penggunaan jaringan internet dalam belajar siswa, muncul gangguan-gangguan yang sifatnya negatif.
   

Tapi dengan menggunakan sistem LAN, kami bisa menjamin bahwa gangguan negatif itu tidak ada lagi, soalnya sudah disaring oleh operator yang disiapkan sekolah." Bisa menyaring konten-konten tidak bermanfaat bagi pelajar,"jelas Nukman.
 

Ia mengatakan, sebelum ini sekolah SMA 1 Padang sudah menggunakan sistem Internet (ICT), namun para guru agak enggan menyuruh siswa mencari informasi pada internet, karena banyak gangguan tadi.    "Tapi dengan adanya SPES ini, menghilangkan kekhawatiran kami atas gangguan-gangguan negatif pada siswa saat mencari materi pelajaran mereka secara online di sekolah,"katanya.
   

Ia menjelaskan, Sistim ini akan digunakan untuk lingkungan sekolah, dan antar sekolah nantinya yang tidak perlu lagi menggunakan jaringan internet.
 "LAN (lokal area network) ini akan dapat meminimalisir kendala yang ada dalam PBM, dan para guru dapat mengupload bahan ajarnya yang nanti akan dipergunakan oleh siswa," ujarnya.
   

Pembelajaran sistem SPES menggunakan LAN itu, lanjut Nukman akan menjadikan sasaran dari pembelajaran yang diberikan guru pada siswa bisa tercapai." Yang penting lagi, siswa tidak terganggu lagi dalam proses belajar mengajak," tegasnya.
   

Sementara, Konsultan Program SPES, Junaidi Perdana Putra, mengakui bisa metode pembelajaran yang dia kemas untuk sekolah itu punya sistem pembelajaran server."Sistem yang digunakan pada metode SPES ini, menggunakan Intranet  atau LAN, yang kemudian diletakkan kedalaman server sekolah, kemudian dipancarkan di sekeliling sekolah,"katanya.
   

Ia menjelaskan,server ini tidak sama dengan internet karena hanya dapat diakses dilingkungan sekolah saja, dan siswa, guru dapat mengakses serta menguplod segala kebutuhan untuk PBM. Bahkan, dalam server tersebut juga ada yang namanya ebook, yang nantinya juga akan dapat melihat eksperimen yang telah dilakukan untuk dipelajari kembali.
   

"Server diletakkan di dalam sekolah yang dipancarkan untuk seluruh sekolah, dan kita juga bisa mengupload data. Dan ada juga vidio pembelajaran di dalammnya, misalnya eksperimen fisika yang telah dilakukan," ulasnya.
   

Intinya, tambah  Junaidi Perdana Putra konsep ini untuk mempermudah guru dan manajemen sokolah untuk proses PBM, dan jika suatu saat siswa atau guru membutuhkan data-data terkait maka akan dapat dipanggil kembali. Dan ada juga sistem data tematik, mendunia apa yang ada di negara dan daerah tersebut tersedia disana dan dapat diakese
   

Kemudian, didalam server itu, udah dimasukkan program e-book dari berbagai bidang studi, yang menggunakan kurikulum 2008, KTSP hingga kurikulum 2013 yang menjadi referensi bagi siswa.
  

"Selain itu, sistem yang dibangun untuk pendidikan tersebut, juga memuat video pembelajaran dan juga video interaktif, yang memungkinkan para guru dan juga siswa berinteraktif dalam membahas soal-soal pelajaran yang sedang dipelajari siswa,"jelasnya. (DZ)
 

Berita Terkait