Wed,17 October 2018


Polisi Filipina Tangkap Puluhan Anggota Jaringan Pemerasan Seks Internasional

Indofakta 2014-05-02 20:40:27 Internasional
 Polisi Filipina Tangkap Puluhan Anggota Jaringan Pemerasan Seks Internasional

Indofakta Online - Lima puluh delapan orang ditangkap di Filipina karena terlibat dalam jaringan "pemerasan seks" internasional via Internet, kata polisi setempat dan pengumuman Interpol dalam konferensi pers bersama Jumat (2/5).

Para korban di luar negeri telah terpikat oleh orang-orang di Filipina agar mengirim foto atau video berbau seks tentang diri mereka sendiri secara online, tetapi kemudian diperas ribuan dolar, kata pihak berwenang.

"Skala jaringan pemerasan ini sangat besar," kata Direktur Pusat Kriminal Digital Interpol, Sanjay Virmani.

"Kejahatan-kejahatan ini tidak terbatas pada satu negara dan juga korban. Itu sebabnya kerja sama internasional dalam menyelidiki kejahatan ini sangat penting." Kepala polisi Filipina Alan Purisima mengatakan 58 orang yang ditangkap akan dikenakan tuduhan atas berbagai kejahatan, termasuk terlibat dalam pornografi anak, pemerasan dan menggunakan teknologi untuk melakukan penipuan.

Hal itu tidak segera jelas apakah ke-58 orang yang ditangkap adalah warga Filipina, meskipun pihak berwenang awalnya tidak menyebutkan setiap orang asing yang mungkin terlibat secara langsung di Filipina.

Namun, pihak berwenang menekankan Filipina bukanlah pusat dari jaringan 'sextortion' global, hanya bahwa penyelidikan saat ini telah difokuskan di negara-negara Asia Tenggara.

Purisima mengatakan kejahatan ini biasanya melibatkan seseorang yang menyamar sebagai wanita muda yang menarik, membuat kontak dengan orang luar negeri via Facebook dan media sosial lainnya, kemudian berusaha untuk membangun hubungan dengan mereka.

"Setelah berkenalan dengan para korban ... mereka terlibat dalam cybersex, dan ini akan disimpan tidak diketahui oleh korban," katanya.

"Mereka kemudian mengancam untuk melepaskannya kepada teman dan kerabat." Dia mengatakan korban telah membayar antara 500 peso (11 dolar AS) sampai 500.000 peso (11.000 dolar AS).

Sementara itu ia mengatakan, laki-laki tua yang sering menjadi sasaran, dan anak-anak juga menjadi korban.

Seorang kepala polisi Skotlandia yang juga memberikan penjelasan kepada wartawan pada konferensi pers itu mengatakan, salah satu anak laki-laki di Skotlandia telah melakukan bunuh diri setelah diperas.

Dia mengatakan anak itu berumur 17 tahun saat dia bunuh diri.


Sumber Berita: http://www.rimanews.com

Berita Terkait


 Terbaru