Pencarian Berita


Soal Lapak Judi di Jalan Beringin Deliserdang, LSM PAKAR : Polresta Deliserdang "Dalang"Bukan Wayang

Soal Lapak Judi di Jalan Beringin Deliserdang, LSM PAKAR : Polresta Deliserdang

MEDAN  -- Institusi Polri dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi (Tufoksi) yang memiliki landasan dasar hukum sesuai motto nya, Melayani, Melindungi dan Mengayomi, sepatutnya didalam melaksanakan tanggung jawab dalam penerapan dan penindakan bagi pelaku pelanggaran hukum harus bersikap tegas.


Salah satunya ialah memberikan penindakan hukum terhadap para pelaku perjudian. Akan tetapi, hal tersebut sepertinya tidak dilakukan oleh Polresta Deliserdang, Polda Sumateta Utara sebagai salah satu lembaga institusi penegak hukum.


Pasalnya, Polresta Deliserdang terkesan enggan untuk menindak lokasi perjudian yang disebut sebut milik dari beberapa pengusaha judi warga negara keturunan cina yang masih leluasa membuka usaha judinya 24 jam dikawasan Jln. Beringin, Kec. Beringin, Kab. Deliserdang.


"Sebagai aparat penegak hukum sesuai Tufoksinya, Polresta Deliserdang jangan terkesan melakukan pembiaran terhadap pelaku/pemilik ataupun pengusaha judi tembak ikan milik beberapa warga keturunan cina yang membuka usaha judi tembak ikan dikawasan Jln. Beringin, Kec. Beringin, Kab. Deliserdang," ujar Ketua DPW LSM PAKAR Sumut, Ir. Linceria Nainggolan kepada wartawan, Kamis (4/8/2022).


Artinya sambung Linceria, lokasi judi mesin tembak ikan dikawasan Jln. Beringin, Kec. Beringin, Kab. Deliserdang, sudah wajib untuk diberikan tindakan tegas dengan menutup lokasi judi tersebut. Namun sayang, upaya penindakan pihak Polresta Deliserdang yang sudah beberapa kali menegur pemilik usaha judi hingga menutup dengan memnerikan garis Police Line terkesan hanya sebagai topeng dari penindakan hukum.


"Untuk melakukan upaya penindakan hukum di wilayah hukumnya, "Polresta Deliserdang adalah Dalang, bukan Wayang". Artinya, Polresta Deliserdang yang memiliki wewenang penuh dalam menjalankan proses penindakan hukum terhadap pelaku pelanggar hukum. Bukan sebaliknya, pemilik/pengusaha judi yang bisa dengan sesuka hatinya mengatur aparat kepolisian yang notabenenya sebagai institusi Polri," ucap Linceria.


Guna penyegaran, arena perjudian Samkwan (judi tembak ikan) terbesar diwilayah hukum Polres Deli Serdang Polda Sumut dikawasan Jln. Beringin, Kec. Beringin, Kab. Deliserdang ini sepertinya tidak tersentuh hukum. Karena besarnya perputaran judi Samkwan ini pemiliknya melakukan 3 shif, dimana shift pertama dari pagi hingga siang hari dikelola oleh bandar yang disebut-sebut berisial Ah.


Untuk diketahui, lokasi perjudian yang berlokasi di Jln. Beringin, Kec. Beringin, Kab. Deliserdang seluas 1 Hektar disebut-sebut dimiliki 3 orang bandar judi terkenal warga turunan Tionghoa Inisial Ak, Ah dan seorang warga pribumi bermarga Nainggolan. Tidak tanggung-tanggung mesin judi Samkwan milik Akiau dan Ahai dan seorang pria bermarga Nainggolan ini beromset hingga ratusan juta rupiah perhari.


Arena perjudian Samkwan terbesar diwilayah hukum Polres Deli Serdang Polda Sumut ini sepertinya tidak tersentuh hukum. Karena besarnya perputaran judi Samkwan ini pemiliknya melakukan 3 shif,  dimana shift pertama dari pagi hingga siang hari dikelola oleh bandar yang disebut-sebut berisial Ah.


Menurut keterangan warga setempat kepada media mengatakan kalau praktek perjudian diwilayah Beringin ini udah capek didemo warga bahkan sudah berulang kali dilaporkan kepihak polisi tetap tidak mempan alias Kebal Hukum.


Dengan gamblang nya warga mengaku kalau pengelola judi ini sudah setor banyak uang. Jadi mereka tak merasa takut kalau digerebek oleh petugas kepolisian. Edan nya ada yang nantang kalo ada yang berani menutup lokas judi itu.


Dan, hal itu sepertinya terbukti, sebab sudah beberapa kali pihak kepolisian (Polresta Deliserdang) melakukan penertiban (penutupan) dengan memberikan garis police line. Akan tetapi, pihak pengelola tetap membuka usaha judi ilegalnya yang jelas melawan hukum.


Ironisnya, pihak kepolisian Polresta Deliserdang terkesan melakukan pembiaran hingga lokasi judi tersebut kembali ramai dikunjungi para pemain dari segala kalangan usia. Bahkan, di saat pandemi Covid-19 yang masih ada lokasi tersebut justru ramai dikunjungi pemain yang hilir mudik keluar masuk dilokasi perjudian tersebut.


Sedangkan di dalam lokasi, terlihat para pemain begitu ramai, tanpa memperdulikan protokol kesehatan (prokes). Bukan tak mungkin bakal muncul cluster baru penyebaran Covid-19. Justru di saat pemerintah tengah giatnya memperketat penerapan prokes yang disampaikan oleh presiden RI untuk dilaksanakan dan dipatuhi masyarakat umumnya.


Untuk memberantas perjudian Samkwan ini warga setempat meminta, Kapolda Sumut dan Kapolresta Deliserdang agar bertindak tegas dan jangan ada tebang pilih dalam memberantas perjudian jenis apapun di Sumatera Utara Khusus diwilayah hukum Polres Deliserdang, ujar sejumlah warga yang enggan namanya disebut
(dar)