Pencarian Berita


Kabupaten Bekasi Butuhkan Penambahan SMK/SMA

Kabupaten Bekasi Butuhkan Penambahan SMK/SMA

Adikarya parlemen

Jabar -- Dalam reses yang diselenggarakan di awal Juli 2022, persoalan layanan pendidikan masih dikeluhkan masyarakat di Kawasan Bekasi. Keluhan itu diantaranya tentang penyelenggaraan PPDB

Keluhan masyarakat soal PPDB, dikarenakan kesempatan masyarakat untuk menyekolahkan anak banyak yang tidak terfasilitasi. Hal ini, dikarenakan oleh syarat Zonasi dalam proses seleksi PPDB.

Dengan aspirasi ini, hal yang mesti dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jabar segera membangun sekolah baru baik SMA maupun SMK di seluruh Kecamatan yang saat ini belum ada di Kabupaten Bekasi.

Hal ini, diungkapkan Anggota Fraksi Partai Gerindra Persatuan DPRD Jabar Dapil Kabupaten Bekasi, H. Syahrir, SE, M.Ipol, dalam keterangannya kepada media indofakta, (28/7).

Syahrir, dalam keterangannya mengatakan untuk Kabupaten Bekasi upaya untuk memperkuat program pendidikan sangatlah dibutuhkan.

Perihal anggaran, jika alasan itu masih kurang, itu bisa dicarikan solusi. Opsi solusinya, program -program yang sarat pencitraan seperti penataan alun-alun sebaiknya ditunda dulu.

Pengadaan sarana dan prasarana baik pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) maupun Rehabilitasi Kelas Baru (RKB), untuk SMA/K  ini agenda program yang harus diselesaikan. Target semua Kecamatan mempunyai 1 SMK/SMA sekarang harus menjadi skala prioritas.

Jika hal ini dapat segera diimplementasikan,  target APM SMA/SMK/SMLB  yang saat ini merujuk kepada data LKPJ Gubernur Jabar tahun 2021 mencapai 83,58 persen dapat meningkat.

Potensi Kabupaten Bekasi, ungkap Syahrir industri masih menjadi andalan. Potensi ini, harus direspon oleh Pemerintah Provinsi Jabar melalui penguatan kegiatan "SMK juara ".

Hal yang mesti, disiapkan selain pembangunan RKB, untuk sekolah yang saat ini sudah ada, perlu ada sentuhan penguatan mutu pendidikan untuk SMK

Di Kabupaten Bekasi, perlu ada penambahan kuota untuk lulusan SMK untuk mendapatkan sertifikasi nasional. Harapan ini, berkorelasi dengan penguatan program pelatihan.

Untuk SMK  baru yang nanti akan dibangun, perlu dibuat kajian yang komprehensif tentang penentuan jurusan yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal di kawasan Kabupaten Bekasi.

Jika hal ini, direalisasikan Kabupaten Bekasi dapat memberikan kontribusi pada pengurangan angka pengangguran.

Hal ini terwujud berkat lulusan SMK bisa terserap di dunia industri sebagai potensi andalan di Kabupaten Bekasi secara maksimal, tutup Syahrir mengakhiri penjelasannya.(nur)