Pencarian Berita


HIMAPSI Unras Tolak Konversi Kebun Teh Menjadi Kebun Sawit

HIMAPSI Unras Tolak Konversi Kebun Teh Menjadi Kebun Sawit

Simalungun -- PTPN IV Unit Sidamanik yang melakukan konversi kebun teh menjadi kebun sawit diduga tak perduli akan sejarah Simalungun. Sebab, logo Pemerintah Kabupaten Simalungun yang mencantumkan gambar daun teh di dalamnya.

Hal ini terungkap dalam aksi unjuk rasa (Unras) yang dilakukan Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (Himapsi) di Gedung DPRD Simalungun dan Kantor Bupati Simalungun, Rabu (22/6) jam 12.00 WIB sampai dengan selesai.

Penjelasan logo ini diterangkan oleh Ketua DPRD Simalungun, Timbul Jaya Sibarani, saat dirinya menerima aspirasi yang disampaikan Himapsi.

Timbul Jaya Sibarani didampingi Sekretaris Dewan, Marolop Silalahi, menerangkan bahwa dalam logo Pemerintah Kabupaten Simalungun terdapat gambar daun teh. Sehingga menjadi sejarah Simalungun.

"Ini kan gambar daun teh, ini sejarah," kata Timbul Jaya Sibarani sembari menunjukkan logo Pemerintah Kabupaten Simalungun ke hadapan massa Himapsi.

Menambahkan keterangan Timbul Jaya Sibarani, Marolop Silalahi mengatakan bahwa logo Pemerintah Kabupaten Simalungun yang di dalamnya terdapat gambar daun teh itu secara khusus tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Simalungun. "Ini ada dalam Perda. Silahkan nanti tanyakan ke Pemkab Simalungun perda ya v mengaturnya," ujar Marolop.

Sementara, dalam aksi lanjutan Himapsi ke Kantor Bupati Simalungun yang diterima oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sari Muda Purba, mengatakan bahwa logo itu benar adalah daun teh. Menurut Sari Muda, bahwa sejarah Simalungun tidak bisa dilepaskan dari perkebunan teh itu sendiri.

"Kita adalah penghasil teh. Sejarah Kabupaten Simalungun tidak bisa dilepaskan dari itu sehingga pendahulu membuat logo daun teh dalam logo Pemerintah Kabupaten Simalungun," katanya.

Lanjut Sari Muda, logo daun teh yang ada di logo Pemerintah Kabupaten Simalungun itu tertuang dalam Peraturan Daerah No 5 Tahun 1960.

Sementara, Jen Cokra Sipayung selaku koordinator aksi unjuk rasa Himapsi ini mengatakan bahwa ada indikasi pihak PTPN IV mengabaikan sejarah Simalungun. Konversi kebun teh menjadi kebun sawit ini akan berdampak sangat buruk bagi infrastruktur seperti yang telah terjadi di PTPN IV Unit Marjandi, Kecamatan Panei dan Panombean Panei.

"Tolak konversi adalah harga mati karena PTPN IV mengabaikan sejarah Simalungun. Selain itu, kerusakan masif pada infrastruktur akan terjadi di Sidamanik seperti yang telah kita lihat dengan mata kepala kita sendiri di PTPN IV Unit Marjandi," kata Jen. (Harianto Girsang)